Cerita Fabel

6 min read

Cerita Fabel

Fabel merupakan sejenis dongeng yang menceritakan tentang kehidupan hewan, di mana hewan dapat berperilaku seperti manusia.

Pendapat lain mengatakan bahwa definisi fabel merupakan kisah yang menghadirkan hewan sebagai tokoh utama.

Dalam cerita fabel, hewan memiliki perasaan, bicara, berpikir, berperilaku dan memiliki emosi seperti manusia pada umumnya.

Fabel juga disebut kisah moral karena kisah tersebut mengandung pesan moral bagi pembaca.

Secara umum, fabel dibuat untuk mendidik anak – anak, karena mereka biasanya menyukai tokoh – tokoh binatang.

Tujuan cerita fabel merupakan agar anak – anak meniru karakter yang baik dan tidak meniru karakter yang buruk.

Cerita Fabel
Cerita Fabel

Struktur Teks Cerita Fabel

Fabel mlemiliki struktur teks yang unik dan sedikit berbeda dari jenis fabe lainnya. Struktur teks cerita fabel adalah sebagai berikut :

Orientasi

Struktur orientasi merupakan awal dari sebuah cerita fabel yang isinya adalah pengenalan cerita fabel, termasuk pengenalan karakter, tempat dan waktu skenario, konteks / tema dan pengantar lainnya.

Komplikasi

Struktur selanjutnya adalah komplikasi yaitu klimaks dari sebuah cerita yang berisi puncak masalah yang dialami dan dirasakan oleh tokoh – tokoh di sini dalam yang berupa binatang.

Resolusi

Struktur selanjutnya adalah resolusi, itu adalah bagian dari teks yang isinya memecahkan masalah yang dialami atau dirasakan oleh karakter dalam cerita dongeng.

Koda

Struktur terakhir adalah koda, yang merupakan bagian terakhir dari teks dalam kisah dongeng yang berisi pesan dan amanat.

Ciri – Ciri Fabel

Fabel memiliki karakteristik yang berbeda dari dongeng jenis lain. Mengacu pada pemahaman fabel, beberapa karakteristik fabel adalah sebagai berikut :

  • Tokoh utama dalam cerita fabel merupakan binatang atau hewan.
  • Secara umum, cerita fabel memiliki alur yang sederhana, singkat dan cepat, sehingga sangat mudah dimengerti.
  • Secara umum, tema utama cerita fabel adalah tentang hubungan sosial.
  • Semua tokoh dalam fabel (hewan) dapat berpikir, berbicara dan berperilaku seperti manusia.
  • Sosok (binatang) yang diwakili dalam fabel juga memiliki karakter yang mirip dengan manusia, seperti; anak yang baik dan lembut, pemarah, egois, cerdas dan sebagainya.
  • Karakter tokoh dalam fabel tidak dijelaskan secara rinci.
  • Cerita fabel berisi amanat atau pesan moral untuk pembacanya.

Baca Juga : Seni Rupa Murni

Jenis – Jenis Fabel

Jenis – jenis fabel dapat dikategorikan berdasarkan waktu munculnya. Jenis – jenis fabel adalah sebagai berikut :

Fabel Klasik

Fabel klasik merupakan dongeng yang telah ada sejak jaman kuno dan tidak dapat diketahui pada saat kehadirannya.

fabel klasik juga diwariskan secara lisan dari berbagai generasi ke generasi berikutnya, misalnya, cerita tentang Rusa dan Buaya, Gagak dan Elang, Kalkun dan Elang, Semut dan Belalang dan sebagainya.

Ciri – ciri fabel klasik :

  • Cerita fabe klaslik biasanya sangat singkat.
  • Tema yang diangkat dalam fabel klasik sangat sederhana.
  • Fabel klasik penuh dengan pesan atau nasihat moral untuk pembacanya.
  • Tokoh hewan dalam dongeng masih memiliki karakteristik hewani.
Baca Juga :  Teks Eksposisi

Fabel Modern

Fabel modern adalah cerita yang muncul belum lama ini, di mana mereka dibuat sebagai bentuk ekspresi sastra oleh penulis.

Ciri – ciri fabel modern :

  • Kisah fabel modern bisa panjang atau pendek.
  • Tema ceritanya cenderung lebih rumit.
  • Karakter setiap tokoh dalam dongeng modern unik.
  • Fabel modern terkadang epik atau saga.

Berdasarkan asal dan ruang lingkupnya, fabel di bagi menjadi :

  • Fabel lokal / kedaerahan, yaitu fabel yang berasal dari suatu wilayah dan penyebarannya terbatas pada ruang lingkup wilayah itu sendiri.
  • Fable nusantara merupakan fabel yang berasal dari wilayah tersebut dan telah menyebar ke seluruh pelosok nusantara.
  • Fabel internasional, fabel yang berasal dari suatu negara dan telah menyebar ke seluruh dunia.

Berdasarkan penggunaan latar dan perwatakan, fabel terbagi menjadi 2 yaitu :

  • Fabel alami merupakan yang tergantung pada sifat karakter sesuai dengan karakter aslinya.
  • Fabel adaptasi, yaitu fabel yang tergantung pada karakter agar berbeda dari aslinya.

Berdasarkan kemunculan pesan, fabel terbagi menjadi :

  1. Fabel koda, yaitu fabel yang menampilkan pesan dengan jelas (eksplisit) di akhir cerita.
  2. Fabel tanpa koda, yaitu fabel yang tidak menampilkan pesan yang jelas di akhir cerita, tetapi tersirat (implisit )hanya dalam cerita.

Berdasarkan isi dan kandungan cerita, fabel terbagi menjadi :

  • Fabel jenaka merupakan fabel yang berisi cerita – cerita lucu dan mengajak pembaca untuk tertawa.
  • Fabel tragedi merupakan fabel yang berisi kisah sedih dan mengundang keprihatinan pembaca.
  • Fabel romantika, dongeng yang berisi kisah romantis dan percintaan.
  • Fabel heroik merupakan fabel yang berisi kisah kepahlawanan dan perjuangan.

Unsur Kebahasaan

Di dalam fabel, ada unsur bahasa yang digunakan dalam teks cerita fabel. Beberapa unsur kebahasaan fabel adalah :

Kata Kerja

Dalam teks fabel juga memiliki 2 kata kerja, seperti :

  • Kata kerja transitif adalah kata kerja yang memiliki objek. Misalnya : Ibu memakan nasi.
  • Kata kerja intransitif adalah kata kerja yang tidak memiliki objek. Contoh : Angga sedang bersiul.

Kata Sandang Sang Dan Si

Pada cerita fabel, ada juga unsur kebahasaan pada kata sandang sang dan si misalnya :

  • Sang kancil ingin menyeberangi sungai bersama teman – temannya, Si kancil hanya bisa pasrah dengan apa yang terjadi.

Kata Keterangan Tempat Dan Waktu

Dalam cerita fabel juga mengandung kata keterangan tempat dan waktu. Contoh :

  • Suatu hari, seekor gajah sedang berjalan di tengah hutan.

Penggunaan Kata Hubung Kemudian, Lalu, Dan Akhirnya

Dalam cerita fabel juga terdapat penggunaan kata hubung, kemudian lalu dan akhirnya. Misalnya :

  • Akhirnya, kancil meminta maaf dan dia berjanji untuk tidak mengulanginya lagi.

Menurut Penggunaan Latar Serta Perwatakannya

  1. Fabel alami adalah fabel yang tergantung pada karakter atau sifat karakter sesuai dengan karakter aslinya.
  2. Fabel adaptasi merupakan fabel yang didasarkan pada karakter atau sifat dari tokoh yang berbeda dari karakter aslinya.

Menurut Kemunculan Pesannya

  • Fabel kode merupakan fabel yang menampilkan pesan dengan jelas (secara eksplisit) di akhir cerita.
  • Fabel tnpa koda merupakan fabel yang tidak menampilkan pesan dengan jelas di akhir cerita, tetapi tersirat dalam cerita.

Menurut Isi Serta Kandungan Ceritanya

  • Jenis pertama adalah fabel lucu, yang berisi cerita – cerita lucu atau mengundang tawa untuk para pembacanya.
  • Yang kedua merupakan fabel tragedi. Fabel semacam ini mengandung kisah – kisah sedih yang menimbulkan kekhawatiran bagi para pembacanya.
  • Yang ketiga merupakan fabel romantis. Jenis fabel ini berisi kisah romantis atau kisah percintaan para tokoh fabelnya.
  • Terakhir merupakan fabel heroik. Jenis fabel ini merupakan fabel yang berisi cerita tentang kepahlawanan dan perjuangan para tokohnya.
Baca Juga :  Cerita Fantasi

Baca Juga : Naskah Drama

Contoh Cerita Fabel

Judul fabel : Singa Dan Beruang

Orientasi

Suatu hari, seekor singa mengundang beruang untuk berburu bersama. Beruang itu setuju karena dia juga sangat lapar.

Mereka segera menuju ke tengah hutan di padang rumput yang luas, karena ada banyak mangsa.

Setibanya di padang rumput, beruang dan singa bersembunyi di balik semak – semak dan mereka mengincar mangsa yang ingin mereka kejar.

Komplikasi

Ketika mereka mengamati mangsa satu sama lain, singa dan beruang keluar dari persembunyian secara bersamaan.

Keduanya saling mengejar mangsa. Tanpa disadari, ternyata keduanya mengejar mangsa yang merupakan rusa yang incarannya sama, keduanya adalah rusa yang sama.

Sehingga rusa mudah ditangkap. Akhirnya, singa dan beruang bertengkar untuk memperebutkan rusa incaran mereka.

“Ini mangsaku. A mkuenangkapnya dengan gigitan yang sangat kuat,” kata seekor singa.

Beruang itu tidak mau kalah “Tidak, ini rusaku. Aku juga menangkapnya.” Keduanya terus memperebutkan rusa yang sama.

Ketika hari mulai sore, beruang dan singa akhirnya berhenti memperebutkan binatang yang diburu.

Keduanya lelah dan hanya bisa duduk tanpa bisa menggerakkan tubuh mereka. Namun ternyata seekor serigala sedang menyaksikan perkelahian antara kedua binatang itu.

Mengetahui bahwa saat ini beruang dan singa sudah lelah. “Ah, ini adalah kesempatanku untuk merebut buruan mereka,” pikir serigala.

Serigala segera berlari dan merebut rusa. “Terima kasih,” kata serigala. Kalian sangat baik memberiku rusa yang lezat ini, “kata serigala sambil tertawa.

Resolusi

Dengan menggunakan sisa tenaganya, beruang dan singa juga mencoba merebut mangsa mereka lagi. Tetapi mereka sangat lelah sehingga rusa dibawa pergi oleh serigala.

Koda

“Semuanya adalah kesalahan kita. Jika kita ingin berbagi, jelas bahwa kita berdua kenyang sekarang,” kata mereka dengan ekspresi menyesal.

Judul Fabel : Si Kancil Dan Buaya

Judul Fabel : Si Kancil Dan Buaya

Sebuah kisah, pada suatu hari. buaya tinggal di daerah yang sama, siapa yang tahu sejak kapan buaya mengincar kancil untuk dijadikan santapannya.

Namun, kancil selalu dapat menghindari kejarannya buaya. kancil adalah hewan yang cerdas dan memiliki ribuan akal yang selalu menyulitkan buaya untuk menangkapnya.

Pada awalnya, ada kebingungan dalam benak buaya ketika dia melihat seekor kancil yang tidak ada di tempat biasanya.

Lalu seekor buaya pergi dan mulai mencari di seluruh hutan, lalu ada seekor burung yang bertanya kepada buaya.

“Kau mencari kancil buaya? dia sudah pindah ke hilir,” kata burung itu ditanya dengan buaya.

Untuk menyeberangi pulau kecil itu, sangat mudah baginya, yaitu dengan melompat di beberapa batu besar di antaranya.

Aku punya ide! “Seru buaya. Ketika kancil itu tiba di sebuah pulau kecil, buaya bersembunyi di balik batu di tengah sungai.

Dia menunggu kancil untuk melompat di atas batu. Tapi kancil itu sangat cerdas, jadi dia segera menyadari ada sesuatu yang tidak beres.

“Apaka ada buaya di belakang batu?” perasaan kancil, curiga. Setelah berpikir, dia mendapatkan akal.

Baca Juga :  Seni Kriya

Dia berteriak pada batu: “Hai, batu! Apa kabar? “” Ah, jadi apakah batu ini biasanya berbicara? “Kata buaya di atas batu.”

Hmm, baik berarti aku harus menjawab agar kancil tidak curiga. “” Halo juga, kancil “, jawab buaya.

Kancil itu menertawakan kebodohan buaya dalam hati.” Apa yang kamu lakukan di balik batu itu, “kata kancil itu.

Aku tidak pernah menyangka kamu akan mengejarku sejauh ini.” Buaya terkejut. Rupanya, penyamarannya sudah di ketahui.

Dia menyadari bahwa kancil telah mengakalinya. Dia benar – benar kesal dengan kebodohannya sendiri.

“Ya, aku mengejarmu di sini karena aku ingin memakanmu!” kata buaya, jengkel. Lagi – lagi, kancil aman dari kejarannya buaya.

Semua ini berkat kecerdasannya yang jauh melampaui buaya. pada akhirnya, buaya hanya bisa menggigit jari – jarinya karena selalu gagal menangkap kancil yang sudah lama sekali.

Karena itu, hikmah yang terkandung dalam cerita fabel tentang kancil dan buaya merupakan orang yang cerdas dan berpengetahuan luas yang akan mudah menyelesaikan berbagai masalah dengan baik.

Sementara orang bodoh mudah kehilangan peluang berharga, sehingga mereka rugi telah kehilangan kesempatan berharga itu.

Judul Fabel : Kelinci Dan Siput

Pada zaman kuno, hiduplah dua binatang dihutan luas. Binatang itu kelinci dan siput. Kelinci memiliki sifat yang sangat arogan dan pemarah.

Bahkan kelinci suka meremehkan hewan lain. Ketika dia berjalan melewati hutan, kelinci bertemu dengan seekor siput yang berjalan sangat lambat.

“Siput, apa yang kamu lakukan di sini? Kata kelinci”, aku ingin mencari kehidupan. Kata si siput “begitu Kelinci menjadi marah karena dia pikir siput itu hanya berpura – pura mencari penghidupan.

Kemudian siput itu berusaha bangkit dengan apa yang dia maksud tentang jawaban sebelumnya, tetapi kelinci itu tetap marah sampai dia juga mengancam akan menginjak tubuh siput.

Akhirnya, siput menentang kecepatan kompetisi dengan kelinci. Setelah mendengar tantangan, kelinci sangat marah.

Dia menerima tawaran siput dan berkata dengan suara keras bahwa hewan lain harus menyaksikan perlombaan antara kelinci dan siput.

Kemudian ketika perlombaan akan dimulai, mereka berdua bersiap untuk menempuh garis finish

Akhirnya, siput memiliki akal untuk meminta bantuan dari siput lain berada di titik jalur lomba sampai finish.

Ini karena semua cangkang siput memiliki kesamaan, sehingga hewan lain tidak curiga.

Kelinci melompat dan berlari, meninggalkan siput di garis start. Kemudian, pada akhirnya, semua rencana siput berhasil dan akhirnya siput menjadi pemenang, meskipun sebenarnya yang memasuki finish merupakan temannya. Kemenangan siput membuat kelinci sadar dan tidak akan lagi sombong.

Hikmah dari kisah di atas adalah bahwa kita jangan suka meremehkan orang lain dengan kebanggaan kita. karena dapat membahayakan kita di kemudian hari.

Cerita fabel adalah?

Fabel adalah cerita tentang kehidupan binatang yang berperilaku menyerupai manusia. Fabel termasuk cerita narasi fiksi, yang berarti bukan cerita dari kehidupan nyata. Fabel disebut juga cerita moral karena pesan yang ada di dalam cerita fabel berkaitan erat dengan moral.

Mungkin itu saja yang dapat kami sampaikan, semoga serangkaian ulasan kali ini dapat memberikan banyak manfaat untuk sahabat dosenku.co.id semua. Terimakasih Atas Kunjungannnya.

Operasi Hitung Pecahan

dosenku
3 min read

Tajuk Rencana

dosenku
6 min read

Cerita Fantasi

dosenku
8 min read