Fauna Peralihan

3 min read

Fauna Peralihan – Di artikel sebelumnya dosenku menulis gambaran tentang fauna Asiatic dan fauna Australis. Dan sekarang dosenku akan mengulas materi tentang contoh hewan fauna peralihan beserta ciri – cirinya.

Sebelum dosenku membahas lebih jauh, izinkan mimin untuk mengingatkan Anda sedikit tentang fauna Asiatic dan fauna Australis.

Fauna Asiatis adalah spesies hewan yang di temukan di wilayah barat Pulau Sunda, terutama badak bercula satu, orangutan dan lain – lain.

Sedangkan Fauna Australis adalah kumpulan hewan atau fauna yang habitat terbesarnya berada di Australia yang sebagian besar beriklim tropis dan sebagian lagi beriklim sedang.

Di suatu daerah terdapat persebaran fauna yang sebagian besar memiliki kondisi tropis dan beriklim sedang atau sedang.

Karena lingkungan ini sangat cocok untuk persebaran fauna, sehingga memiliki jenis dan karakteristik yang berbeda – beda.

Untuk pemahaman yang lebih baik, dosenku akan membahas lebih lanjut tentang fauna peralihan. Langsung saja ya simak penjelasannya di bawah ini.

Fauna Peralihan

Fauna Peralihan
Fauna Peralihan

Fauna Peralihan adalah jenis fauna yang sedang mengalami transisi atau migrasi. Keberadaan fauna ini di batasi oleh suhu meteorologi, dan oleh karena itu sulit atau mudah untuk berkembang biak.

Fauna ini memiliki jumlah keberadaan yang sangat banyak dan dapat di definisikan sebagai fauna yang penyebarannya sangat bergantung pada suhu iklim, karena fauna ini dapat di temukan di berbagai tempat sebagai tempat wisata seperti Asia dan Australia.

Contoh Fauna Peralihan

Spesies fauna tidak banyak menempati kepulauan, beberapa pulau kecil di perairan laut dalam, sehingga banyak di temukan di kawasan Asia dan Australia.

Baca Juga :  Persebaran Fauna di Indonesia

Penjelasan di atas menunjukkan antara lain mengenai spesies berikut ini dan contoh fauna dalam peralihan :

Babi Rusa

Fauna Peralihan
Fauna Peralihan

Hewan ini merupakan salah satu spesies endemik yang juga hidup di wilayah Sulawesi, karena memiliki taring seperti tanduk dan dapat di gunakan sebagai pencari makan. Selain itu, hewan ini juga memiliki tanduk yang melengkung ke atas.

Meski begitu, BKSDA Maluku belum bisa menentukan jumlah populasi Babirusa di wilayah ini. Mereka masih dalam proses analisis dan akan memakan waktu lama untuk mengetahui jumlah pasti populasi hewan tersebut.

Penyelidikan tahun 1995 tidak pernah menemukan babirusa secara langsung, kecuali jejaknya. Dengan di temukannya tengkorak binatang buas oleh seorang pemburu di dekat Gunung Kapalatmada, Pulau Buru, pada tahun 1997, pulau itu di kukuhkan sebagai salah satu habitat babirusa Maluku.

Minimnya bukti dari pertemuan tatap muka, bahkan dengan investigasi intensif BKSDA Maluku terhadap cagar alam pada 2011 – 2013, seringkali membuat keberadaan Babirusa di Pulau Buru menjadi mitos.

Krabuku atau Spectral Tersier

Krabuku adalah spesies yang lebih mirip couscous dari pada monyet, dan memiliki kepala seperti burung hantu yang di kenal sebagai monyet burung hantu.

Krabuku yang terancam punah, primata terkecil di dunia yang hidup di hutan Sulawesi, di perkirakan memiliki populasi 1.800.

Jumlah ini menurun drastis di bandingkan 10 tahun terakhir, ketika jumlah hewan yang memiliki nama latin spektrum Tarsius ini masih berkisar 3.500 ekor. Tarsius pumilus juga di anggap sangat langka karena sudah jarang di temukan lagi.

Anoa

Fauna Peralihan
Fauna Peralihan

Anoa merupakan hewan yang mirip kerbau, namun memiliki tubuh yang lebih kecil atau kerdil. Hewan ini merupakan hewan endemik yang habitatnya di Sulawesi. Oleh karena itu anoa dapat di bedakan menjadi 2 jenis yaitu anoa dataran rendah dan ganoa gunung.

Baca Juga :  Bioma Tundra

Sejak 1986 International Union for Conservation of Nature (IUCN) telah menambahkan Anoa ke dalam daftar spesies yang terancam punah.

Mengutip bulan Juli tahun lalu, Balai Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRAW) di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, menemukan masih ada 19 ekor di tahun kemarin pada kawasan taman nasional.

Rangkong Sulawesi

Rangkong Sulawesi adalah spesies dengan mulut panjang dan tanduk di kepalanya. Hewan ini jarang di temukan karena sangat di cari oleh para pecinta burung.

Pada tahun 2013, 6.000 paruh rangkong terjual di pasar dunia. Antara tahun 2012 dan 2019, di perkirakan 3.480 ekor burung rangkong di sita oleh pemerintah Indonesia dan China untuk tujuan penyelundupan.

Rangkong sendiri memang sudah di lindungi sejak pada zaman penjajahan Belanda terdahulu. Namun, ancamannya sampai saat ini tetap tinggi.

Burung Maleo

Fauna Peralihan
Fauna Peralihan

Burung maleo merupakan spesies hewan yang menyerupai bapak hutan, dan hewan ini hanya terdapat di Sulawesi. Pada Desember 2019, populasi burung maleo liar di kawasan itu di laporkan lebih dari 1.000 ekor. 10 – 15 anak maleo penangkaran di lepaskan ke alam liar setiap bulannya.

Komodo

Komodo adalah salah satu spesies hewan purba yang masih di lestarikan sebagai karnivora dan hanya ada di Pulau Komodo di wilayah barat Nusa Tenggara.

Jumlah total komodo pada tahun 2018 sebanyak 2.897 individu dan pada tahun 2019 meningkat menjadi 3.022 individu atau bertambah 125 individu.

Konsentrasi populasi berada di pulau Komodo dan Rinca. Hanya 7 individu di Pulau Padar, 69 individu di Gili Motang dan 91 individu di Nusa Kode.

Populasi komodo di Lembah Loh Buaya adalah 5% dari populasi Pulau Rinca atau sekitar 66 individu. Bahkan populasi komodo di Lembah Loh Buaya relatif stabil selama 17 tahun terakhir dengan tren yang sedikit meningkat.

Baca Juga :  Fauna Asiatis

Ciri Ciri Fauna Peralihan

Banyak pulau fauna yang sementara menempati daerah beriklim tropis atau di perairan laut dalam, sehingga spesies yang terdapat di daerah tersebut merupakan suatu langkah dalam keberadaannya.

Oleh karena itu, ada beberapa ciri fauna peralihan, yang di antara nya adalah :

  • Hewan endemik, hewan khas Indonesia.
  • Hewan ini mirip dengan spesies fauna Australia.
  • Ada hewan langka.
  • Hewan purba yang dapat bertahan hidup dan berkembang biak.
  • Ada berbagai jenis reptil.

Pada kenyataannya, daerah jelajah yang terdapat dalam fauna peralihan memiliki bentuk dan karakter hewan yang berbeda.

Karena kebanyakan dari mereka memiliki banyak di pengaturan tropis, sehingga ada batasan iklim pada distribusinya di lingkungan yang berubah ini.

Demikianlah artikel Fauna Peralihan ini DosenKu.co.id ulaskan untuk anda semua. Semoga penjelasan pada artikel ini dapat menambah ilmu pengetahuan bagi pembacanya ya.

Artikel Terkait Lainnya :

Bioma Taiga

dosenku
3 min read

Bioma Tundra

dosenku
2 min read

Perbedaan Iklim Dan Cuaca

dosenku
3 min read