Fenomena Biosfer

4 min read

Fenomena Biosfer Itu Apa? Fenomena biosfer adalah peristiwa atau kejadian sesuatu di bumi yang berkaitan dengan organisme atau makhluk hidup.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan lihat pernyataan artikel di bawah ini mengenai Fenomena Biosfer yang meliputi Definisi, Faktor, Efek dan Contohnya.

Maka dari itu penting untuk anda membacanya sampai selesai ya, agar ilmu yang di dapat pun tidak setengah – setengah.

Pengertian Fenomena Biosfer

Fenomena Biosfer
Fenomena Biosfer

Fenomena biosfer adalah peristiwa atau kejadian di bumi yang berhubungan dengan makhluk hidup (termasuk tumbuhan, hewan dan mikroorganisme).

Contoh fenomena biosfer adalah kerusakan flora dan fauna akibat aktivitas manusia yang merusak lingkungan, berkurangnya habitat flora dan fauna akibat bertambahnya populasi manusia, dan dampak kerusakan flora dan fauna yang mempengaruhi kehidupan manusia.

Faktor Yang Mempengaruhi Kehidupan

Beberapa faktor yang mempengaruhi keberadaan flora dan fauna di bumi adalah faktor iklim (iklim), edafik (tanah) dan faktor biotik (kehidupan).

Semuanya akan di jelaskan di bawah ini :

Faktor Iklim

Faktor iklim yang mempengaruhi persebaran flora dan fauna adalah suhu, kelembaban, angin dan curah hujan.

Suhu

Berdasarkan faktor suhu, kita dapat mengidentifikasi dua kelompok vegetasi, yaitu :

  • Kelompok vegetasi tahunan :
    • Yaitu kelompok tumbuhan yang hanya berkembang pada waktu – waktu tertentu, terutama pada musim panas. Di musim dingin, jenis tanaman ini tidur karena terletak di bawah lapisan es yang ketebalannya bervariasi. Secara umum, semusim adalah tanaman kecil atau bunga di daerah beriklim dingin.
  • Kelompok vegetasi tahunan :
    • Yaitu kelompok tumbuhan yang menggunakan mekanisme alternatif untuk melindungi diri dari suhu yang sangat rendah di musim dingin agar dapat berkembang secara terus menerus. Kemampuan ini berarti bahwa kelompok vegetasi perenial berumur lebih dari satu tahun.

Kelembaban Udara

Berdasarkan tingkat adaptasinya terhadap kelembaban lingkungan, flora di bagi menjadi empat wilayah, yaitu :

  • Xerofit :
    • Berasal dari kata Xero yang berarti kering dan Phytos yang berarti tanaman. Jadi xerophytes adalah kelompok tumbuhan yang dapat beradaptasi dengan lingkungan yang kekurangan air atau kekeringan. Daerah penyebarannya terutama di gurun pasir (daerah kering). Kaktus, misalnya.
  • Hydrophytes :
    • Berasal dari kata hydros, yang berarti basah atau berair. Jadi hidrofit adalah sekelompok tumbuhan yang secara khusus beradaptasi dengan lingkungan berair atau lembab.
    • Ciri vegetasi ini cenderung memiliki sistem perakaran yang dangkal, tetapi daunnya lebar dengan rongga – rongga kecil (stomata), memiliki lapisan kulit luar dan daun menghadap sinar matahari. Misalnya teratai, eceng gondok, paku – pakuan, kangkung dan sebagainya.
  • Mesofit :
    • Berasal dari kata meso, yang berarti antara atau tengah. Mesofit adalah kelompok tumbuhan yang hidup di daerah lembab tetapi tidak tergenang.
    • Tumbuhan golongan ini tumbuh terutama di daerah lintang rendah (tropis) dengan curah hujan yang tinggi dan relatif merata sepanjang tahun, misalnya anggrek dan berbagai jenis jamur.
  • Tropofit :
    • Adalah kelompok tumbuhan yang dapat beradaptasi (menguntungkan dan tidak menguntungkan) terhadap perubahan kondisi.
    • Vegetasi dari kelompok ini dapat hidup dengan perubahan musim yang signifikan, yaitu musim panas dan musim dingin.
    • Secara umum tumbuhan trofofitik berukuran besar, berdaun lebat dengan banyak cabang dan di kategorikan sebagai perdu atau pohon. Karena karakteristik tersebut, kelompok vegetasi ini khas daerah tropis.
Baca Juga :  Fauna Peralihan

Sinar Matahari

Tumbuhan menggunakan sinar matahari sebagai sumber energi untuk proses fotosintesis. Energi ini terutama di gunakan untuk mengubah karbon dioksida (CO2) dan air menjadi glukosa dengan menciptakan produk sampingan lain dari oksigen (O2) di atmosfer.

Jadi sinar matahari yang sampai ke permukaan bumi merupakan sumber energi bagi tumbuhan untuk menjalani kehidupannya.

Curah Hujan

Air merupakan prasyarat penting bagi kelangsungan hidup flora dan fauna. Untuk lingkungan terestrial, sumber air untuk memenuhi kebutuhan organisme terutama berasal dari hujan atau bentuk presipitasi lainnya.

Perbedaan curah hujan di setiap wilayah di permukaan bumi menimbulkan ciri – ciri vegetasi dan juga menyebabkan perbedaan jenis hewan yang menghuninya. Hal ini di karenakan tumbuhan merupakan produsen yang merupakan sumber makanan bagi hewan.

Angin

Bagi tumbuhan, angin di gunakan untuk menghasilkan CO2 dan untuk mengangkut uap air dari satu tempat ke tempat lain. Angin juga berperan sangat penting dalam penyerbukan dan penyebaran benih yang akan menjadi tumbuhan baru.

Faktor Tanah

Faktor fisik dan kimia tanah yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman antara lain tekstur, struktur, dan keasaman tanah.

Tekstur Tanah

Tekstur tanah ialah perbandingan relatif terhadap partikel tanah menurut suatu massa tanah, khususnya perbandingan antara debu dan pasir.

Tekstur tanah sangat penting dalam kaitannya dengan kapasitas retensi air dan udara tanah. Tanah dengan persentase partikel yang lebih tinggi dapat menunjukkan pengelolaan air yang baik.

Tanah yang halus biasanya memiliki tanaman merambat yang tidak merata. Selain itu, aliran sungai juga sangat lambat sehingga tidak menguntungkan bagi tanaman.

Struktur Tanah

Struktur tanah adalah susunan atau pengikatan butir – butir tanah dan membentuk agregat tanah dalam berbagai bentuk dan ukuran.

Baca Juga :  Fauna Asiatis

Struktur tanah menyebabkan perbedaan permeabilitas air tanah (porositas) dan besar pori – pori antar butir tanah (permeabilitas). Porositas dan permeabilitas mempengaruhi distribusi air, nutrisi dan udara di dalam tanah.

Keasaman Tanah

Kesuburan tanah sangat di pengaruhi oleh proses kimia dan pertukaran unsur kimia antar tanaman. Tanaman tidak dapat menyerap nutrisi tanpa di ubah menjadi bentuk cair.

Ketika keasaman tanah di turunkan ke beberapa tingkat, air memiliki sedikit kemampuan untuk menyimpan mineral yang dapat di ubah menjadi nutrisi. Akibatnya, tanaman tidak dapat hidup dengan baik meskipun unsur hara ada di dalam tanah.

Faktor Topografi

Faktor topografi meliputi ketinggian dan kemiringan lahan. Ketinggian suatu tempat erat kaitannya dengan perbedaan suhu, yang pada akhirnya menyebabkan perbedaan kelembaban.

Di antara daerah – daerah yang berbeda ketinggiannya di tumbuhi vegetasi yang berbeda jenis, karena vegetasi tumbuhan dan hewan memiliki adaptasi yang berbeda.

Oleh karena itu kita mengenal jenis tumbuhan dan hewan yang khas untuk daerah dengan ketinggian tertentu. Faktor topografi lainnya adalah kemiringan permukaan tanah.

Karena permukaan tanah yang miring, air dengan cepat mengalir ke bawah lereng. Semakin curam permukaan tanah maka semakin banyak air yang mengikis permukaan tanah yang subur, sehingga ketebalan tanah semakin berkurang.

Lahan miring pada setiap unit biasanya memiliki flora dan fauna yang lebih sedikit di bandingkan lahan yang relatif datar. Ini karena cadangan air cepat hilang jika bergerak turun dengan cepat.

Faktor Biotik

Manusia mampu mengubah lingkungan untuk memenuhi kebutuhan tertentu. Misalnya, kawasan hutan di ubah menjadi kawasan pertanian, perkebunan atau pemukiman melalui deforestasi, penghijauan atau pemupukan.

Manusia bisa menyebarkan tumbuhan dari satu tempat ke tempat lain. Selain itu, manusia juga mampu mempengaruhi kehidupan fauna di suatu tempat dengan cara melindungi atau berburu hewan.

Baca Juga :  Persebaran Flora

Hal ini menunjukkan bahwa faktor manusia mempengaruhi kehidupan flora dan fauna di dunia ini. Selain faktor tersebut, hewan juga berperan dalam penyebaran flora dan fauna.

Misalnya, serangga membantu penyerbukan, kelelawar, burung, dan tupai membantu menyebarkan benih tanaman. Peran faktor pertumbuhan tanaman adalah untuk menyuburkan tanah.

Tanah yang subur memungkinkan tanaman untuk berkembang dan juga mempengaruhi kehidupan fauna. Contoh bakteri saprofit adalah jenis microplant yang membantu menghancurkan kotoran – kotoran di dalam tanah sehingga dapat menyuburkan tanah.

Demikianlah Fenomena Biosfer ini Dosenku.co.id jelaskan untuk anda semua. Semoga ilmu geografi yang di ulaskan kali ini bisa menjadi tambahan ilmu pengetahuan ya.

Artikel Terkait Lainnya :

Bioma Taiga

dosenku
3 min read

Bioma Tundra

dosenku
2 min read

Perbedaan Iklim Dan Cuaca

dosenku
3 min read