Kebudayaan Ngandong

3 min read

Kebudayaan Ngandong – Bahwasannya kebudayaan tentang ngandong ini berasal dari pulau jawa di indonesia.

Lalu apa saja kah hasil atau peninggalan – peninggalan dari kebudayaan ngandong ini sendiri?

Apakah kalian penasaran dan ingin sangat tahu tentang kebudayaan ini? Mari simaklah artikel dibawah ini.

Karena pada kesempatan kali ini DosenKu.co.id akan menjelaskan dengan lengkap apa itu Kebudayaan Ngandong.

Kebudayaan Ngandong
Kebudayaan Ngandong

Pengertian Kebudayaan Ngandong

Budaya Ngandong ini ialah sebuah kebudayaan yang bisa dikatakan prasejarah Indonesia, sebab tumbuh dan berkembangnya di Indonesia.

Tepatnya yaitu berada di sebuah daerah Ngandong yang berada di Kabupaten Blora, JaBar.

Dimana letak dari lokasinya adalah sebuah dusun yang terletak di tepian sungai Bengawan Solo di Kecamatan Kradenan, berada di perbatasan antara daerah Ngawi, Jawa Timur.

Awal mulanya kebudayaan ini yakni mulainya berkembang di zaman batu tua dan sangat dikenal dengan sebutan zaman paleolitikum.

Yang adalah pengemuka dari sebelum muncul dan mulai berkembang sejumlah zaman lainnya.

Sebab, cara hidup mereka manusia pendukungnya itu juga masih sangat terbilang sederhana.

Lalu pada mulanya sejarah kebudayaan Ngandong berhasil ditemukan oleh seorang yang bernama Ter Haar sekitar tahun 1931 dengan berupa tengkorak manusia purba.

Lalu sekitar tahun 1993 dengan saling bekerja sama dengan Oppenoorth dan Von Koenigswald.

Maka sejak saat itulah semakin banyak sekali yang di ketemukan dari beberapa peninggalan kebudayaan Ngandong serta Pacitan.

Manusia Pendukung Kebudayaan Ngandong

Jika kita perhatikan pada tata letak lokasi yang telah menjadi tempat di ketemukannya beberapa alat dari peninggalan kebudayaan Ngandong.

Baca Juga :  Pemberontakan PRRI

Manusia pendukung pada zaman itu bisa dibedakan menjadi 2 jenis.

Jenisnya adalah Homo Wajakensis dan Homo Soloensis. Hal ini diperkuat dengan adanya bukti dari berbagai hasil penemuan.

Yang berupa fosil dari manusia tersebut yang berada di daerah Ndirejo, Sragen, Jawa Tengah.

Selain dari pada itu, ketahuilah pula bahwasannya saat masa kebudayaan ngandong, yang mana jenis dari manusia purbanya.

Yakni pendukungnya sudah di bekali dengan adanya berupa kemampuan yang utama di dalam membuat alat – alat.

Jadilah diperkuat oleh bentuk dari beberapa jumlah alat – alat yang dipergunakan di masa itu begitu beragam.

Selain dari pada itu, tekstur dari alat – alat peninggalan itu nampaklah sangat halus.

Ciri – Ciri Budaya Ngandong

Adapun sejumlah ciri khas dari kebudayaan Ngandong yang perlu dipahami, yakni sebagai :

  • Awalnya kebudayaan ini berkembang di daerah :
    • Ngandong, Blora, JaTeng serta berdekatan dengan daerah JaTim khususnya Ngawi.
  • Hasil dari budaya yang saat itu berkembang yakni budaya berburu atau menangkap ikan serta mengumpulkan beberapa cadangan makanan.
  • Jenis manusia atau pendukungnya yakni berjenis Homo Wajakensis serta Homo Soloensis.
  • Jenis manusia purba yang hidup pada massa ini masih nomaden.
  • Hasil dari Peninggalan kebudayaan Ngandong adalah berupa alat-alat yang terbuat dari batu, tulang, duri ikan dan tanduk rusa

Persebaran Kebudayaan Ngandong

Persebaran Kebudayaan Ngandong
Persebaran Kebudayaan Ngandong

Kebudayaan Nganndong telah menyebar luas di sejumlah titik /daerah di Indonesia.

Yang mana hal ini dapat di perkuat dengan adanya berupa hasil penemuan yang sama di daerah berbeda. Adapun di bawah ini beberapa daerahnya :

  • Sumatera
  • Sulawesi
  • Kalimantan
  • Bali
  • NTB
  • NTT
  • Halmahera

Hasil Budaya Ngandong

Maka berdasarkan hasil dari jumlah peninggalan yang telah berhasil di ketemukan pada masa kebudayaan Nganndong.

Baca Juga :  Masa Bercocok Tanam

Yang mana hasil budayanya itu mengacu kepada budaya berburu, menangkap ikan serta mengumpulkan beberapa cadangan makanan.

Lalu berlangsungnya kehidupan mereka dilewati dengan cara yang nomaden atau pun sering dilakukan perpindahan dari lokasi yang satu ke lainnya.

Sebab, hal tersebut diperkuat dengan berhasilnya di ketemukannya beberapa hasil peninggalan kebudayaannya pada sudut – sudut daerah Indonesia.

Bahwasannya hasil dari kebudayaan itu sendiri bukanlah bersifat yang seni ataupun alat yang biasa dipergunakan untuk pertunjukan tari.

Tetapi lebih mengacu terhadap cara hidup dan berbagai peninggalan yang berupa alat – alat.

Lalu pada Alat-alat yang mereka gunakan secara umum terbuat dari batu dan tulang dari binatang yang dibuat dengan cara sederhana adalah dengan cara meruncingkan salah satu bagian pada sisinya.

Fungsi pada alat – alat itu di pergunakan untuk melakukan :

  • Perburuan
  • Memotong
  • Menumbuk
  • Dan lain sebagainya

Pada zaman ini, manusia pendukungnya belum mengenai cara bercocok tanam. Karena hidupnya nomaden untuk mencari persediaan makanan.

Alat – Alat Peninggalan Kebudayaan Ngandong

Adapun beberapa artefak peninggalannya disertai oleh penejelasannya, yakni sebagai berikut :

Flakes atau Alat Serpih

Flakes adalah sebuah alat serpih yang dibentuk dari tulang binatang dengan diruncingkan pada salah satu bagian sisinya. Lalu biasanya Alat serpih ini berukuran kecil.

Kapak Genggam

Kapak Genggam adalah salah satu alat yang berbentuk seperti kapak yang terbuat dari batu, akan tetapi tidak memiliki tangkai atau gagang.

Kapak ini bentuknya tumpul dan pada bagian sisi lainnya tajam, dimana pada bagian sisi yang tumpul umumnya dijadikan sebagai pegangan.

Lalu proses pembuatannya pun sangatlah sederhana, yakni dengan cara membenturkan bebatuan yang satu dengan bebatuan yang lainnya.

Serpih Pilah

Alat ini awalnya ditemukan di dekat daerah Sangiran, dengan berupa alat yang berukuran sangat kecil dan dibuat dengan memakai bahan dari batuan yang indah.

Baca Juga :  Seni Grafis

Lalu selain di Sangiran, jenis alat ini pun banyak di ketemukan di Cabbenge.

Cabbenge merupakan daerah di Sulawesi Selatan, yang terbentuk oleh bebatuan yang begitu indah seperti kalsedon.

Chalcedon atau Kalsedon

Lalu Chalcedon atau lebih dikenal oleh sebutan Kalsedon ialah jenis alat yang dibuat dari batu serta memiliki fitur yang begitu indah juga menarik.

Alat dari Tanduk Rusa

Saat masa kebudayaan Ngandong itu banyak sekali sejumlah alat yang telah berhasil di ketemukan.

Mulai yang terbuat dari hasl tanduk rusa, yang mana alat itu ada yang runcing pada salah satu sisi bagiannya.

Jenis Alat tersebut biasanya sering dipergunakan untuk :

  • Berburu
  • Memotong
  • Mengolah makanan
  • Dijadikan sebagai alat untuk melindungi diri

Alat dari Tulang dan Duri

Lalu selain tanduk rusa masih banyak lagi sejumlah alat yang berhasil ditemukan yang terbuat dari tulang binatang dan memiliki ukuran yang sedang hingga besar.

Lalu cara pembuatannya pun masih lah sama ialah dengan meruncingkan salah satu pada bagian sisinya.

Selain itu ada juga yang menggunakan dan memanfaatkan duri-duri ikan pari.

Dimana jenis alat tersebut umumnya digunakan sebagai belati, kemudian mata pada ujung tombak, alat penusuk, lalu untuk merobek daging atau ubi dan lainnya.

Lukisan Dinding Goa

Lalu beberapa dari ahli menjelaskan bahwasannya ada pula hasil penemuan yang berupa sesuatu lukisan dinding ada dalam Goa.

Dimana lukisan tersebut membentuk seperti tapak tangan yang berwarna merah dan babi hutan yang berhasil dijumpai di Goa Leang Pattae, di daerah Sulawesi Selatan.

Demikianlah materi Kebudayaan Ngandong ini DosenKu.co.id buat.

Artikel Terkait Lainnya :

Proyeksi Peta

dosenku
4 min read

Kebudayaan Pacitan

dosenku
3 min read

Masa Bercocok Tanam

dosenku
4 min read