Kebudayaan Pacitan

3 min read

Kebudayaan Pacitan – Pacitan merupakan salah satu daerah yang ada di propinsi jawa timur.

Dan pasti banyak orang juga yang tidak mengenal ataupun mengetahui tentang kebudayaan di daerah pactan ini.

Yang saat ini kebudayaan tersebut menjadi salah satu catatan sejarah di negara indonesia ini.

Maka sebab itulah DosenKu.co.id mencoba merangkumkan artikel tentang kebudayaan pacitan ini.

Langsung saja ya kalian simak artikel ini sampai selesai untuk dapat memahami tentang materi kita kali ini.

Pengertian Kebudayaan Pacitan

Disebut kebudayaan pacitan karena budaya ini tumbuh dan berkembang pada mulanya di daerah pacitan, Jawa Timur.

Apabila hal ini dapat di buktikan dengan berdasarkan dari hasil penemuan yang berbagai macam.

Peninggalan dengan berupa suatu peralatan yang digunakan oleh manusia pada masa itu untuk bertahan hidup yang masih terbuat dari batu.

Sejarah Kebudayaan Pacitan

Kebudayaan ini diperkirakan sejak Pada tahun 1935, seorang peneliti yang bernama Von Koeningwald.

Ia berhasil menemukan sebuah hasil dari bekas peninggalan berupa alat-alat yang terbuat dari batu yang berada di sungai baksoko, desa punung, pacitan, Jawa Timur.

Dari sejumlah jenis Alat yang berhasil ditemukan tersebut berupa kapak genggam dan sejumlah jenis alat serpih yang masih kasar.

Budaya pacitan ini awalnya tumbuh serta berkembang mulai zaman paleolitikum dan berlangsung lama, sebab saat itu alam sekitar masih liar.

Maka dari sejumlah alat-alat yang ditemukan nampak jelas terlihat dari cara yang mereka gunakan.

Untuk membuat alat dari batu pun bisa terbilang cukup tradisional ialah melalui cara membenturkan diantara batu satu dengan batu lainnya.

Baca Juga :  Proyeksi Peta

Baca Juga : Pithecanthropus Robustus

Daerah Persebaran Kebudayaan Pacitan

Pada Kebudayaan pacitan khususnya pada zaman budaya kapak perimbas juga mulai berkembang di sejumlah titik.

Terutama pada sebuah daerah penghasil bebatuan misalnya seperti di bawah ini:

  • Gunung, Pacitan, Jawa Timur
  • Cabbenge, Sulawesi Selatan
  • Bengkulu dan Lahat, Sumatera Selatan
  • Awang bangkang, Kalimantan Selatan
  • Flores dan Timor
  • Sukabumi dan Ciamis (Jawa Barat)
  • Parigi dan Gombong, (Jawa Tengah)

Manusia Pendukung Kebudayaan Pacitan

Awalnya pendukung Budaya pacitan ini yaitu jenis manusia purba yang dinamakan pithecanthropus erectus.

Yang mana hal seperti ini dapat di buktikan berdasarkan dari macam – macam peralatan hasil Budaya pacitan.

Dan pithecanthropus erectus itu sendiri berhasil di temui pada lapisan yang sama yakni pleistosen tengah.

Saat masa itu manusia purba pun masih hidup, dengan cara hidup yang selalu berpindah – pindah daerah satu ke daerah lainnya.

Atau disebut dengan nomaden dan pola pikirnya masih terbuilang masih cukup sederhana.

Ciri – Ciri Kebudayaan Pacitan

Adapun ciri ciri dapat kita bedakan mana yang kebudayaan pacitan mana yang kebudayaan ngandong. Ciri-ciri kebudayaan pacitan yaitu :

  1. Ditemukannya alat batu serta kapak genggam oleh seorang von koeningswald, kapak geggam ini memiliki bentuk kapak namun tidaklah bergagang.
  2. Ditemukannya alat – alat : kapak perimbas (chooper), kapak penetak, pahat genggam, dan alat serpih (flake).
  3. Manusia purba di zaman itu jenisnya yaitu pithecanthropus erectus.

Hasil Kebudayaan Pacitan

Alat yang ditemukan oleh von koeningwald itu kapak genggam dan alat serpih yang masih kasar.

Diperkirakan alat alat itu hasil kebudayaan manusia purba yang berjenis pichecantropus ataupun keturunan – keturunanya.

Jadi sama dengan masukan saran tentang usia budaya pacitan yang di duga berlangsung pada akhir plestosen tenggah ataupun permulaan plestosen akhir.

Tidak hanya kapak genggam budaya pacitan ini juga terkenal sama sebutan tradisi kapak perimbas.

Baca Juga :  Masa Perundagian

Hasil budaya pacitan ini dianggapnya sebagai alat budaya tentang batu yang awal atau pertama di indonesia.

Alat – alat nya itu masih sangat kasar serta sederhana dalam cara pembuatannya.

Makanan Khas Pacitan

Makanan khas pacitan ialah : nasi tiwul, makanan ini sering digunakan oleh masyarakat sebagai pengganti nasi.

Nasi tiwul terbuat dari gaplek (Umbi dari ketela pohon yg telah di keringkan) dan kemudian di tumbuk dan di tanak.

Pacitan ini juga memiliki budaya yang cukup menarik salah satunya ialah Ceprotan.

Budaya ini merupakan upacara memetri desa(selamatan untuk desa). Budaya ini juga mempunyai maksud untuk warga desanya mendapatkan :

  • Keselamatan lahir dan batin
  • Rukun
  • Damai
  • Terbebas dari mahluk halus dan terhindar dari malapetaka

Alat – Alat Kebudayaan Pacitan

Alat - Alat Kebudayaan Pacitan
Alat – Alat Kebudayaan Pacitan

Ketika pada zaman Budaya pacitan, yang mana saat itu banyak sekali dijumpai hasil peninggalan ataupun jenis alat – alat yang telah ada di zaman paleolitikum.

Maka dari sejumlah alat yang yang berhasil dijumpai dinataranya yaitu sebagai berikut:

Kapak perimbas

Kapak perimbas ini memiliki bentuk sisi tajam yang lurus atau cembung. Pada salah satu bagian sisinya nampak tajam namun pada bagian sisi lainnya tetap dibiarkan tumpul agar bisa dipegang atau di genggaman.

Fungsi Kapak Perimbas : Untuk merimbas ke kayu, di jadikan untuk alat pertahanan, serta dipergunakan untuk penghancuran tulang binatang buruan.

Movius berpendapat, bahwa kapak perimbas mempunyai sejumlah ciri-ciri yang diantaranya yaitu antara lain:

  • Cara dalam pembuatannya itu masih terbilang sederhana & tradisional.
  • Pada Tekstur permukaannya juga masih nampak kasar.
  • Secara Umum, kulit yang menempel pada batu masih tersebut menempel pada bagian permukaan alat tersebut.

Kapak Genggam

Kapak genggam ialah salah satu peralatan yang bisa menyerupai seperti layaknya kapak, akan tetapi tidaklah memiliki gagang.

Lalu pada bagian dari salah satu sisinya tajam namun bagian sisi lainnya tumpul.

Baca Juga :  Seni Kriya

Jenis kapak ini dikenal dengan sebutan kapak genggam karena cara untuk menggunakannya dengan cara digenggam.

Alat Serpih

Jenis dari peralatan tersebut yang mana bahan pembuatannya itu pun dari batu yang ditajamkan serta bentuknya berliku – liku.

Lalu dalam menggunakan alat tersebut, sebaiknya penyerpihannya di langsungkan melalui cara yang bergantian.

Kebudayaan pacitan pastinya yang dominan itu di temukan di sebuah daerah yakni pacitan

Itu bukti dan tidak perlu di ragukan lagi, bila zaman paleolitikum itu bener – bener ada.

Kapak penetak (Chopper)

Alat ini terdiri dari batu-batu yang telah diwariskan dan dibentuk menjadi pola dan bentuk.

Metode perbanyakan dilakukan secara bergantian di kedua sisi batu.

Perbedaan Kebudayaan Ngandong dan Pacitan

Kebudayaan pacitan dan ngandong ialah dari dua jenis kebudayaan yang berbeda.

Tetapi sama-sama berkembang pada zaman batu tua atau paleolitikum. Ada beberapa perbedaan antara kedua kebudayaan tersebut, antara lain:

Peralatan yang Dihasilkan

Kebudayaan ngandong dengan pacitan itu sama – sama menciptakan hasil peralatan yang dibuat dari batu yang berfungsi hampir sama.

Tetapi, kebudayaan ngandong lebih muda dari kebudayaan pacitan sehingga alat yang dihasilkan lebih kasar.

Alat yang dihasilkan pada kebudayaan ngandong lebih banyak berupa alat serpih, tulang dari tanduk rusa, duri ikan pari dan belati.

Manusia Pendukung Kebudayaan

Pada kebudayaan pacitan, manusia pendukungnya adalah pithecanthropus erectus.

Sedangkan pada kebudayaan ngandong ada lebih banyak manusia pendukung yaitu homo floresiensis, homo wadjakensis dan homo soloensis.

Lokasi Penemuan

Sesuai dengan namanya, kebudayaan pacitan dan ngandong ditemukan di lokasi yang berbeda.

Kebudayaan ngandong ditemukan di daerah ngandong, kabupaten blora, Jawa Tengah dekat dengan kabupaten ngawi, Jawa Timur.

Demikianlah artikel Kebudayaan Pacitan ini DosenKu.co.id buat kali ini untuk kalian semuanya.

Artikel Terkait Lainnya :

Proyeksi Peta

dosenku
4 min read

Kebudayaan Ngandong

dosenku
3 min read

Masa Bercocok Tanam

dosenku
4 min read