Kingdom Animalia

7 min read

Kingdom Animalia

Kingdom Animalia ialah klasifikasi taksonomi organisme yang tidak mempunyai dinding sel dan kloroplas dan karenanya bergantung pada organisme lain untuk makanannya.

Organisme yang termasuk dalam kingdom animalia adalah eukariota. Kingdom animalia ialah hewan yang membentuk organisme eukariotik, organisme dengan sel multiseluler yang kompleks.

Sangat berbeda dengan tanaman yang membuat fotosintetis untuk membuat makanan mereka sendiri.

Hewan akan menemukan makanan mereka sendiri dan dicerna dalam tubuh membutuhkan oksigen dan karbon dioksida sebagai zat sisa.

Hewan memiliki banyak sel otot untuk bergerak dan sel saraf merespons sehingga hewan tidak memiliki dinding sel.

Organisme multiseluler dalam bentuk dewasa dan memiliki desain tubuh yang kompleks seperti organisme.

Kingdom Animalia sebenarnya disusun oleh beberapa organisme multiseluler, eukariota heterotrofik yang menyerap makanan diluar sel serta nutrisi yang dicerna dan diserap oleh organisme.

Kingdom Animalia
Kingdom Animalia

Ciri – Ciri Kingdom Animalia

Berikut ini merupakan beberapa ciri – ciri pada kingdom animalia sebagai berikut :

  • Organisme multiseluler (banyak sel) atau uniseluler.
  • Membutuhkan oksigen.
  • Itu tidak bisa menghasilkan makanan sendiri (Heterotrof).
  • Memiliki sel otot untuk gerak dan sel saraf untuk ransangan (respons).
  • Bentuk dewasa selalu diploid (2n).
  • Biasanya pembiakan seksual, tetapi beberapa filum juga menggunakan pembiakan aseksual.
  • Ukuran variabel (makro – mikro besar).
  • Tidak memiliki dinding sel.
  • Non – plastid dan klorofil (heterotrofik).
  • Makhluk eukariotik (inti yang tertutup membran).
  • Gerakan yang sangat aktif.
  • Menanggapi rangsangan dengan cepat.

Klasifikasi Kingdom Animalia

Kingdom Animalia terdiri dari :

  • Kelompok invertebrata adalah sekelompok hewan yang tidak memiliki tulang punggung atau belakang.
  • Sekelompok vertebrata ialah yang memiliki tulang belakang.

Invertebrata

Kelompok invertebrata dibagi menjadi beberapa filum, macam – macamnya seperti dibawah ini :

  • Porifera
    • Hewan multiseluler dengan tubuh berpori dan jaringan yang tidak terbentuk dan memiliki kerangka dan jalur air.
    • Bersifat heterotrofik atau mendapatkan makanan dalam air yang masuk ke tubuh melalui pori – pori.
    • Hidup di laut, biasanya terkait dengan batu atau benda di laut.
    • Pembiakan aseksual melalui pembentukan tunas, gemmule (tunas internal) dan regenerasi.
    • Pembiakan seksual melalui pembentukan gamet.
    • Porifera dibagi menjadi tiga kelas berdasarkan strukturnya, yaitu Hexactinellida, Demospongiae dan Calcaera.
  • Coelenterata
    • Hewan multiseluler diploblastik di mana tubuh terbentuk dengan banyak jaringan, dalam bentuk polip atau medusa dengan tentakel yang dapat menyengat, memiliki rongga pencernaan, sistem saraf sederhana dan tidak memiliki sistem ekskresi.
    • Heterotrof.
    • Gunakan tentakel untuk berburu mangsa.
    • Habitatnya ada di laut.
    • Pembiakan aseksual dalam pembentukan tunas oleh polip.
    • Pembiakan seksual dalam pembentukan gamet oleh medusa atau pun polip.
    • Berdasarkan bentuk dominan dalam siklus hidup terbagi atas tiga kelas, yakni Hydrozoa, Scyphozoa dan Anthozoa.
  • Platyhelminthes
    • Hewan triploblastik aselomata yang mempunyai bentuk tubuh simetri bilateral berbentuk pipih, mempunyai sistem saraf, sistem pencernaan dengan satu lubang, tidak mempunyai sistem sirkulasi, respirasi dan juga ekskresi.
    • Bebas hidup di lautan, air yang tawar, tempat yang lembab atau juga hidup menjadi parasit bagi hewan dan manusia.
    • Memiliki sifat hemafrodit.
    • Pembiakan seksual dengan cara sendiri atau silang.
    • Pembiakan aseksual dengan cara fragmentasi yang diikuti dengan regenerasi.
    • Klasifikasi dilainkan atas tiga kelas, yakni Turbellaria, Trematoda dan Cestoda.
  • Nemathelminthes
    • Hewan triploblastik pseudoselomata yang mempunyai bentuk tubuh simetri bilateral menyerupai bulat panjang dengan dilapisi kutikula serta dengan sistem pencernaan yang lengkap, sistem sirkulasi oleh cairan pseudoselom, tidak mempunyai sistem respirasi dan juga ekskresi.
    • Bebas hidup atau menjadi parasit.
    • Hidup di area tanah basah, dasar perairan tawar atau laut bebas.
    • Memiliki sifat parasitik pada manusia, hewan dan juga tumbuhan.
    • Pembiakan secara seksual.
Baca Juga :  Fungsi Porifera

Contoh Nemathelminthes parasitik yakni :

  1. Cacing kremi
  2. Cacing filarial
  3. Cacing gelang
  4. Cacing Trichinella
  5. Cacing tambang
  • Annelida
    • Triploblastik hewan selomata.
    • Mempunyai bentuk tubuh simetri bilateral bersegmen, mempunyai otot, sistem pencernaan lengkap, sistem sirkulasi, sistem saraf tangga tali atau sistem saraf yang terdiri dari ganglia otak di depan tubuh dekat dengan faring serta tali saraf menembus segmen tubuh dan mempunyai system ekskresi.
    • Tidak mempunyai sistem respirasi.
    • Bersifat hemafrodit atau gonokoris (alat kelamin jantan dan juga betina terpisah dengan individu yang tidak sama).
    • Bebas hidup di dasar laut, perairan tawar, tanah serta tempat yang lembab atau menjadi parasit pada vertebrata.
    • Pembiakan secara seksual dan juga aseksual.

Membedakan menjadi 3 kelas yaitu :

  1. Polychaeta
  2. Oligochaeta
  3. Hirudinea
  • Mollusca
    • Selomata hewan triploblastik dengan tubuh yang mempunyai bentuk simetri bilateral, bertekstur lunak, hidup di laut lepas, air tawar maupun darat.
    • Tubuh tersusun dari kaki, massa visceral serta mantel. Bercangkang, sistem pencernaan sudah lengkap dengan sistem sirkulasi terbuka dan juga tertutup.
    • Sistem saraf terdiri atas ganglion serta serabut saraf. Respirasi dengan menggunakan insang atau rongga mantel. Ekskresi menggunakan nefrida, pembiakan secara seksual baik secara internal maupun eksternal dan bersifat diosseous (genitalia pria dan wanita)terdapat pada individu yang berbeda) atau monoseus (alat kelamin jantan dan betina pada satu individu).

Membedakan atas 3 kelas yakni :

  1. Gastropoda
  2. Pelecypoda
  3. Cephalopoda
  • Arthropoda
    • Hewan triploblastik selomata dengan tubuh yang berbentuk simetri bilateral, mempunyai kaki serta tubuh yang beruas.
    • Hidup dalam habitat yang bebas, menjadi parasit, komensal atau simbiotik.
    • Tubuh tersusun atas kaput (kepala), toraks (dada) serta abdomen (perut). Eksoskeleton (rangka luar), jumlah anggota tubuh beragam, sistem indra berkembang baik, sistem saraf tangga tali (sistem saraf yang terdiri atas ganglia otak di depan tubuh dekat dengan faring, dan juga tali saraf menembus segmen tubuh), sistem pencernaan sudah lengkap, ekskresi melalui tubula malphigi atau suatu saluran sebagai sistem ekskresi pada arthropoda (prosesnya dibantu oleh kelenjar ekskresi tertentu).
    • Respirasi dengan menggunakan insang, trakea atau paru-paru yang berbuku.
    • Sistem sirkulasi terbuka.
    • Bersifat dioseus atau alat kelamin jantan dan betina terdapat pada individu yang tidak sama serta pembiakan seksual secara internal dan mengalami ekdisis (lepasnya kutikula) sebagian bermetamorfosis.

Membedakan atas 4 kelas berdasarkan struktur tubuh dan kaki yaitu :

  1. Arachnoidea
  2. Myriapoda
  3. Crustacea
  4. Insecta
  • Echinodermata
    • Selomata hewan triploblastik dengan tubuh yang mempunyai bentuk simetri bilateral dengan permukaan tubuh berduri, dan Bebas hidup di dasar laut.
    • Duri tumpul dan juga runcing, mempunyai sistem ambulakral, sistem saraf berupa cincin dengan pusat saraf yang bercabang, sistem pencernaan yang lengkap dan tidak memiliki sistem ekskresi.
    • Respirasi dengan menggunakan insang, sistem sirkulasi dengan cairan rongga tubuh.
    • Bersifat dioseus serta pembiakan seksual secara eksternal dan juga bisa beregenerasi.

Membedakan dalam 5 kelas, yaitu :

  1. Asteroidea
  2. Ophiuroidea
  3. Echinoidea
  4. Holothuroidea
  5. Crinoidea

Vertebrata

Vertebrata adalah sekelompok hewan yang memiliki vertebra (tulang belakang) yang membentang dari dorsal (punggung) ke ekor.

Vertebrata dibagi menjadi beberapa kelas, termasuk :

  • Pisces

Kelas Pisces ialah sekelompok hewan yang hidup di air. Bagian luar tubuh ikan dilindungi oleh exoskeleton dalam bentuk sisik.

Kelas Pisces dapat bernafas di bawah air, berkat insang yang melekat pada tubuh.

Pisces ialah hewan poikiloterm atau hewan bersarang dingin yang dapat menyesuaikan suhu tubuh dengan suhu air sebagai habitat tempat hidupnya. Ordo Pisces adalah Agnatha, Chondricthyes dan Ostheichthyes.

  • Amfibi

Amfibi ialah kelompok hewan yang hidup di dua tempat, yaitu, hidup di air atau di darat.

Contoh amfibi ialah :

  1. Katak
  2. Salamander

Amfibi bernapas menggunakan paru – paru dan kulit mereka. Amfibi yang hidup di darat juga perlu menemukan area air dan tempat bertelur.

Baca Juga :  Fungsi Selubung Mielin

Larva amfibi disebut kecebong yang terlihat seperti ikan kecil dan hidup di air dan bernapas menggunakan insang.

Amfibi adalah hewan poikiloterm atau berdarah dingin. Ordo amfibi ialah Anura, Caudata, Gymnophiona.

  • Reptilia

Reptil adalah vertebrata pertama yang dapat beradaptasi di daerah kering. Reptil ini bersifat autotomik, artinya ia dapat memutuskan bagian – bagian tubuh tertentu jika dalam bahaya.

Contoh reptil adalah :

  1. Ular
  2. Buaya
  3. Alligator
  4. Kadal
  5. Kura – kura

Ordo reptil adalah :

  1. Squamata
  2. Crocodilia
  3. Chelonia
  4. Rynchochepalia
  • Aves

Aves atau yang biasa kita sebut burung adalah salah satu kelas vetebrata. Memiliki bulu yang menutupi seluruh permukaan tubuh.

Bulu pada burung terdiri dari filoplumae (seperti sensoris), plumulae (seperti isolator) dan juga plumae (untuk saat terbang).

Burung ialah hewan homo – termal atau berdarah panas. Burung memiliki Saccus pneumaticus (kantung hawa) yang berfungsi sebagai respirasi selama penerbangan, mengatur berat badan saat terbang, suara yang mengeras dan melibatkan organ internal sehingga mereka tidak dingin saat terbang.

Kelas Aves juga mempunyai 22 ordo termasuk :

  1. Apterygivormes
  2. Struthionivormes
  3. Rheivormes
  4. Casuarriivormes
  5. Tinamiformes
  6. Podicipediformes
  7. Gaviiformes
  8. Spheniscitiformes
  9. Procellariiformes
  10. Pelecaniformes
  11. Ciconiiformes
  12. Anseriformes
  13. Falconiformes
  14. Gruiformes
  15. Gruiformes
  16. Coliformeskrim
  17. Coliformeskola
  18. Coreciformiform
  19. Psoleculariform
  20. Coreculariform
  21. Piciformes
  22. Passeriformes
  • Mammalia

Kelas Mammalia ialah kelas yang memiliki mammae gland (kelenjar susu) dan rambut yang menutupi seluruh permukaan tubuh.

Klasifikasi pada Mamalia terdiri dari beberapa ordo yaitu :

  1. Monotremata (mamalia berparuh bebek), hewan ovivar.
    • Misalnya : Platypus.
  2. Marsupilia (hewan berkantong)
    • Misalnya : kanguru.
  3. Insectivora (hewan pemakan serangga)
    • Misalnya : landak.
  4. Chiroptera (mamalia bersayap)
    • Misalnya : kelelawar.
  5. Rodentia (hewan pengerat)
    • Misalnya : marmut.
  6. Lagomorpha (golongan kelinci).
  7. Cetacea (golongan paus).
  8. Sirenia (sebangsa duyung).
  9. Carnivora (pemakan daging).
  10. Proboscidea (mamalia dengan belalai).
  11. Perissodactila (berkuku gasal)
    • Misalnya : zebra, badak.
  12. Artiodactyla (berkuku genap)
    • Misalnya : babi, unta, jerapah, domba.
  13. Primata (derajat tertinggi).

Perbedaan vertebrata secara umum

KelasRuang JantungSuhu TubuhPenutup TubuhReproduksiFertilisasi
Pisces2PoikilotermSisikOvivarEksternal
Amphibia3PoikilotermKulit berlendirOvivarEksternal
Repitilia3 (4 belum sempurna)PoikilotermSisikOvoviviarInternal
Aves4HomoiotermBuluOvivarInternal
Mamalia4HomoiotermRambutVivivarInternal
Perbedaan veterba secara umum

Sistem Organ Kingdom Animalia

Sistem Rangka

Sistem rangka Kingdom Animalia dibagi menjadi 2 jenis, exoskeleton dan endoskeleton.

Exoskeleton adalah hewan yang memiliki rangka di luar tubuh, yang fungsinya membungkus dan juga melindungi organ – organ lunak internal.

Contoh yang ada pada hewan invertebrata yang termasuk dalam filum Athropoda. Sedangkan endoskeleton adalah hewan yang memiliki rangkan di tubuhnya.

Endoskeleton biasanya dibungkus kulit dan daging. Contohnya pada hewan vertebrata.

Sistem Respirasi (Pernapasan)

Kelompok Cacing atau Vermes bernafas menggunakan permukaan tubuh. Sistem pernapasan pada serangga disebut sistem pernapasan trakea.

Sementara ikan dan hewan laut lainnya, seperti kepiting, cacing laut, udang dan bintang laut, sistem pernapasan menggunakan insang.

Katak dewasa bernapas menggunakan paru – paru dan kulitnya. Sedangkan larva katak (berudu) bernafas menggunakan insang luar.

Berbeda dengan salamander, insang luar tetap sampai dewasa. Burung – burung memiliki paru – paru dibantu oleh Saccus pneumaticus (kantung hawa).

Sistem Sirkulasi (Sistem Peredaran Darah)

Sistem peredaran darah yang ada pada makhluk hidup multisel dapat dibagi menjadi dua bagian yakni sirkulasi darah terbuka dan sirkulasi darah tertutup.

Dalam sirkulasi darah terbuka, darah yang mengalir tidak selalu berada di pembuluh darah.

Ketika sirkulasi darah ditutup, darah mengalir ke sistem pembuluh darah.Jantung ikan memiliki dua ruang, yaitu atrium dan ventrikel.

Pada amfibi, jantung memiliki tiga ruang, yaitu atrium kanan, atrium kiri, dan ventrikel.

Jantung reptil memiliki empat ruang, tetapi sekat antara ventrikel kanan dan ventrikel kiri tidak lengkap.

Di Aves serta Mammalia pada jantungnya mempunyai 4 ruang, jadi tidak ada campuran darah seperti O2 dengan darah seperti CO2.

Sistem Reproduksi

Sistem pembiakan di Kingdom Animalia sangat bervariasi. Beberapa mereproduksi oleh Aseksual, Seksual dan bahkan keduanya.

Baca Juga :  Pemberontakan PRRI

Pembiakan aseksual berarti pembiakan yang terjadi melalui pembelahan, pertunasan dan regenerasi.

Contohnya pada hewan amuba, hydra dan lainnya. Sedangkan pembiakan seksual adalah pembiakan yang terjadi melalui peleburan antara gamet jantan dan betina, sehingga terjadi fertilisasi dan menghasilkan individu baru.

Fertilisasi dibagi menjadi dua jenis yakni fertilisasi internal dan fertilisasi eksternal.

Fertilisasi internal adalah pembuahan, prosesnya ada di dalam tubuh, misalnya pada hewan, kucing, anjing, tikus, kelinci, dll.

Sedangkan fertilisasi eksternal adalah pembuahan yang prosesnya di luar tubuh.

Contoh binatangnya adalah katak dan berbagai jenis ikan.

Selain itu, ada juga organisme yang pembiakan dengan partenogenesis (telur yang berkembang pada individu baru tanpa dibuahi oleh sperma), misalnya pada lebah dan semut.

Struktur Kingdom Animalia

Berikut ini ada beberapa struktur kingdom animalia, ialah sebagai berikut :

Simetri tubuh

Berdasarkan pada simetri tubuh, hewan dapat dibagi menjadi hewan dengan simetri, termasuk :

  • Simetri Bilateral

Simetri Bilateral, adalah hewan yang bagian tubuhnya tersusun dekat dengan bagian lain.

Jika garis terpotong dari depan ke belakang, maka akan terlihat bagian tubuh yang sama antara kiri dan kanan.

Hewan dengan simetri bilateral, selain memiliki sisi puncak (oral) dan sisi dasar (aboral), juga memiliki sisi atas (dorsal) dan sisi bawah (ventral), sisi kepala (anterior) dan sisi ekor (posterior) dan sisi samping (lateral).

  • Simetri Radial

Simetri radial adalah hewan yang memiliki lapisan tubuh bulat (melingkar).

Hewan dengan simetri radial hanya memiliki dua bagian yakni puncak (oral) dan bagian dasar (aboral).

Hewan dengan simetri radial disebut radiata dan hewan yang termasuk dalam kelompok ini termasuk porifera, cnidaria dan echinodermata.

Lapisan Tubuh

Dalam perkembangannya pada individu dewasa, hewan akan membentuk lapisan tubuh.

Berdasarkan jumlah lapisan dalam tubuh, hewan dikelompokkan menjadi :

  • Hewan Diploblastik

Hewan diploblastik ialah hewan yang memiliki dua lapisan sel dalam tubuh.

Lapisan luar disebut ektoderm, sedangkan lapisan dalam disebut endoderm. Contoh hewan diploblastik ialah cnidarian.

  • Hewan Triploblastik

Hewan triploblastik ialah hewan yang memiliki tiga lapisan sel dalam tubuh.

Lapisan luar disebut exoderm, lapisan tengah disebut mesoderm dan lapisan dalam disebut endoderm.

Ektoderm akan berkembang di epidermis dan sistem saraf, mesoderm akan berkembang di kelenjar pencernaan dan usus, sedangkan endoderm akan berkembang di jaringan otot.

Rongga Tubuh (selom)

Hewan triploblastik masih bisa diklasifikasikan lagi berdasarkan rongga tubuh (selom) yang dimilikinya.

Rongga tubuh dalam hewan itu sendiri dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu :

  • Aselomata

Aselomata ialah hewan bertubuh padat yang tidak memiliki rongga antara usus dan tubuh eksternal.

Hewan – hewan yang termasuk dalam aselomata ialah cacing pipih (Platyhelmintes).

  • Pseudoselomata

Pseudoselomata ialah hewan yang memiliki rongga di saluran tubuh (pseudoselom).

Rongga berisi cairan yang memisahkan saluran pencernaan dan dinding luar tubuh.

Rongga tidak terbatas pada jaringan yang berasal dari mesoderm. Hewan yang termasuk pseudoelomata ialah rotifera dan nematoda.

  • Selomata

Selomata ialah tubuh hewan berrongga yang mengandung cairan dan memiliki batas yang berasal dari jaringan mesodermal.

Lapisan dalam dan luar jaringan hewan mengelilingi rongga dan menghubungkan dorsal ke ventral untuk membentuk mesenteron.

Mesenteron berfungsi seperti penggantung organ dalam. Selomata sendiri dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu, protoselomata dan deutroselomata.

Contoh hewan yang termasuk protoselomata termasuk Mollusca, Annelida dan Arthropoda.

Sedangkan hewan yang termasuk dalam deutroselomata meliputi echinodermata dan chordata.

Apakah kingdom animalia memiliki dinding sel?

Tidak, karena animalia / hewan dapat bergerak aktif dan bebas.

Vertebrata dibagi menjadi?

5 kelompok yakni Pisces, Reptil, Mamalia, Amfibia dan Aves.

Tuliskan kelas dari subfilum vertebrata?

Aves: burung Mamalia: kucing Reptil: ular Amfibi: katak pisces: ikan.

Filum adalah?

Pembagian tingkat kedua dalam taksonomi hewan setelah kingdom. Setara dengan divisi pada tumbuhan.

Demikianlah pembahasan yang dapat dosenku.co.id sampaikan mengenai Kingdom Animalia, mulai dari pengertian sampai klasifikasinya secara detail dan lengkap, maka akan mudah untuk kaliam mempelajarinnya. Terimakasih atas kunjungan nya. Semoga bermanfaat.

Letak Nomor Ijazah

dosenku
3 min read

Deutro Melayu

dosenku
4 min read

Pemberontakan PRRI

dosenku
4 min read