Naskah Drama

9 min read

Naskah Drama

Halo sahabat dosenku.co.id.! Semoga semua senantiasa selalu diberikan kesehatan ya.! Kali ini dosenku akan akan menerangkan secara rinci pembahasan mengenai naskah drama.

Naskah adalah naskah cerita yang menggambarkan urutan adegan, tempat, keadaan dan dialog, yang disusun dalam konteks struktur dramatis untuk menjadi referensi dalam proses produksi.

Selain menjadi bahan referensi dalam proses produksi, naskah juga berguna sebagai dasar dalam menyatukan persepsi antara produser juga kru film mengenai film yang hendak diproduksi.

Untuk meminimalkan perbedaan dalam penafsiran dan menjadi dasar yang jelas untuk perencanaan.

Naskah Drama
Naskah Drama

Pengertian Naskah Menurut Para Ahli

Ada beberapa definisi naskah menurut para ahli, yang meliputi :

  • Menurut Imam Suryono

Drama adalah tindakan atau aksi (bahasa Yunani), sedangkan dramatik adalah jenis latihan yang ditunjukkan dalam perilaku, ekspresi, dan tindakan.

Sandiwara adalah nama lain untuk drama, di mana kata sandi adalah rahasia dan warna adalah siswa. Orang yang melakukan drama disebut aktor atau lakon.

  • Menurut KBBI

Naskah adalah karangan yang masih ditulis dengan tangan dan belum diterbitkan.

  • Menurut Molton

Drama Kehidupan dilukiskan dengan gerakan (life presented in action).

  • Menurut Ferdinand Brunetierre

Drama harus memunculkan kehendak dengan action, menurut Baltazhar Vallhagen drama adalah seni menggambarkan sifat dan sikap manusia dengan gerakan.

  • Menurut Sendarasik

Naskah drama adalah bahan dasar suatu pertunjukan dan bentuknya tidak lengkap jika belum dipentaskan, naskah drama juga merupakan ungkapan dari pernyataan penulis (play wright) yang memuat nilai – nilai umum pengalaman dan juga merupakan ide dasar bagi para aktor.

  • Menurut Baried Dalam Venny Indria Ekowati 2003

Naskah merupakan tulisan tangan yang menyimpan berbagai ekspresi pikiran dan perasaan sebagai hasil dari budaya bangsa masa lalu.

  • Menurut KBBI Edisi III, 2005

Naskah merupakan :

  • Karangan yang masih ditulis dengan tangan.
  • Karangan oleh seseorang yang belum menerbitkan.
  • Materi berita siap didefinisikan.
  • Konsep.
  • Menurut Dalam KBBI Edisi II, 1954

Naskah merupakan :

  • Karangan yang masih ditulis dengan tangan.
  • Karangan seseorang sebagai karya asli.
  • Bahan – bahan berita yang siap disetel.
  • Menurut Library And Information Science

Naskah adalah semua karangan yang masih ditulis dengan tangan yang ada di perpustakaan atau koleksi arsip; misalnya, surat atau buku harian milik seseorang dalam koleksi perpustakaan.

Ciri Ciri Drama

  • Drama adalah prosa modern yang diproduksi sebagai naskah untuk dibaca dan dilakukan.
  • Naskah drama dapat berbentuk prosa atau puisi.
  • Drama ini terdiri dari diolog yang disusun oleh penulis dengan karakter manifes.
  • Pikiran dan ide penulis disampaikan melalui dialog karakternya.
  • Konflik adalah elemen penting dalam drama. Konflik dimotivasi oleh karakter dari plot, elemen penting dalam naskah drama.
  • Naskah yang tidak berdasarkan konflik tidak dianggap sebagai drama yang baik.
  • Gaya bahasa dalam sebuah drama juga penting, karena menunjukkan latar belakang waktu dan masyarakat yang diwakilinya, selain mencerminkan sifat sosiobudaya masyarakat yang dijelaskan oleh penulis.

Struktur Drama

  • Tema adalah ide sentral yang membentuk dasar dari disusunya atau dibuatnya drama.
  • Plot atau alur adalah jalinan cerita dari awal hingga akhir cerita. Cerita yang saling terkait mengambil bentuk cerita dalam drama dalam bentuk masalah, konflik, klimaks dari cerita atau masalah dan akhir atau penyelesaian masalah.
  • Karakterisasi dan penokohan adalah identitas suatu karakter. Apakah karakter itu baik, buruk, buruk, iri atau memiliki karakter lain. Karakterisasi atau penokohan saat pementasan drama bisa dilihat langsung oleh penonton pementasan melaui sikap, ucapan, perilaku, suara dan perilaku lainnya. Namun, secara teori drama itu sendiri mengungkapkan perwatakan atau penokohan karakter yang dilakukan secara eksplisit dan implisit. Eksplisit pendapat atau komentar dari karakter lain dalam cerita dan tersirat dalam perilaku karakter itu sendiri.
  • Dialog atau percakapan adalah elemen utama yang membedakan drama dari cerita lain. Dialog dalam drama ialah dialog yang dipakai dalam kehidupannya sehari – hari sesuai dengan sifat drama, yang merupakan tiruan dari kehidupan masyarakat. Dialog sangat penting untuk keberhasilan atau kegagalan sebuah drama yang dipentaskan, jika pemeran karakter dapat menawarkan dialog dengan apresiasi penuh terhadap keindahan dan tujuan pertunjukan.
  • Setting adalah latar belakang cerita. Setting termasuk setting waktu, pengaturan setting lokasi dan setting ruang.
  • Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan oleh penulis drama yang telah dibuat. Amanat drama dapat diketahui setelah kita mengapresiasi drama.
  • Instruksi teknis adalah instruksi untuk pementasan atau naskah drama audiovisualisasi. Instruksi teknis juga biasa disebut teks sisi.
  • Drama sebagai interpretasi kehidupan, elemen ini bukan elemen fisik, tetapi elemen dasar atau ide dalam menyusun drama yang merupakan tiruan dari kehidupan manusia atau miniatur kehidupan manusia yang dipentaskan.
Baca Juga :  Arti Mimpi Tentang Malam

Unsur – Unsur Pementasan Drama

  • Pada pentas drama, setidaknya ada 6 elemen yang perlu diketahui, yaitu :
    • (1) naskah drama
    • (2) sutradara
    • (3) pemeran
    • (4) panggung
    • (5) perlengkapan panggung seperti cahaya, rias wajah, suara, pakaian
    • (6) penonton.
  • Naskah drama adalah pementasan utama. Secara umum, naskah drama dapat berbentuk tragedi (tentang kesedihan dan kemalangan) dan komedi (tentang lelucon dan perilaku konyol) dan disajikan secara realistis (mendekati realitas nyata dari pertunjukan, baik dalam bahasa, pakaian, dan tata panggung, seperti juga simbolik) dalam pementasan tidak harus mirip dengan apa yang sebenarnya terjadi dalam kenyataan, biasanya dilakukan secara puitis, penuh dengan musik paduan suara tarian dan panggung kosong tanpa hiasan yang menggambarkan kenyataan, misalnya, drama oleh Putu Wijaya. Naskah yang dipilih harus dicerna atau diproses, mungkin bahkan diubah, ditambahkan atau dikurangi disinkronkan untuk pementasan tafsiran sutradara, situasi pentas, kerabat yang bekerja, peralatan dan penonton yang dia bayangkan.
  • Setelah naskah, faktor sutradara memainkan peran penting. Sutradara ini bertanggung jawab untuk mengoordinasikan lalu lintas pementasan agar pementasan dapat berhasil. Dia bertugas menciptakan / mencari naskah teater, mencari aktor, kerabat yang bekerja, pemodal (produser) dan dapat menanggapi calon penonton.
  • Pemeran inilah yang harus menafsirkan perwatakan tokoh yang ia mainkan. Sebenarnya, sutradara yang menentukannya, tetapi tanpa pengalaman dalam mewujudkan pemeranannya, konsep peran yang dirumuskan sutradara berdasarkan naskah, hasilnya akan sia – sia.
  • Secara umum, variasi panggung dapat dibagi menjadi dua kategori. Pertama, panggung digunakan sebagai pertunjukan lengkap, sehingga semua pemirsa dapat menyaksikan keseluruhan kinerja di luar panggung. Kedua, panggungnya berbentuk arena, sehingga memungkinkan pemain berada di sekitar penonton.
  • Cahaya (lighting) diperlukan untuk memperjelas pandangan penonton tentang pemeran, sehingga tercapai atau dapat mendukung terciptanya suasana yang sedih, murung atau ceria dan juga untuk mendukung ansambel keratistikan yang dibangun di atas panggung .
  • Suara (sound effect). Suara ini memainkan peran penting. Suara dapat diproduksi secara langsung (orkestra, band, gamelan, dll.), Tetapi juga dapat dilakukan dengan rekaman yang sebelumnya disiapkan oleh tim panggung yang bertanggung jawab untuk mengelolanya.
  • Sering disebut Kostm (kostum), itu adalah pakaian yang dikenakan oleh pemain untuk membantu para pemain memamerkan karakter yang mereka mainkan. Dengan melihat kostum yang dikenakan penonton, mereka dapat langsung menebak profesi karakter yang ditampilkan di atas panggung (dokter, perawat, tentara, petani, dll.), Posisi mereka (rakyat jelata, punggawa atau raja) dan sifat sang tokoh trendi, ceroboh, atau cermat.
  • Berkat makeup yang bagus, seorang gadis berusia 18 tahun dapat mengubah wajahnya seperti seorang nenek. Juga wajah cantik bisa permak menjadi karakter yang terlihat kejam dan jelek. Semua ini dilakukan untuk membantu para pemeran membawa karakter karakter sesuai dengan apa yang diinginkan naskah dan interpretasi sutradara.
  • Penonton. Dalam setiap pementasan faktor publik juga harus dipertimbangkan. Jika drama ini dipentaskan untuk siswa sekolah itu sendiri, faktor publik tidak begitu mengganggu. Jika terjadi kesalahan, mereka akan memaafkan, memaklumi dan jika mereka mengkritik, nadanya akan lebih ramah. Namun, dalam pementasan umum, hal seperti itu tidak akan terjadi. Karena itu, jauh sebelum tes dilakukan, sutradara harus melakukan survei terhadap calon penonton. Jika penonton “galak”, staf panggung harus diberi tahu, untuk lebih siap dan tidak mengecewakan penonton.

Bentuk – Bentuk Drama

Berdasarkan bentuk sastra cakapannya, drama dibedakan menjadi dua yaitu :

  • Drama puisi merupakan drama di mana sebagian besar tugas disusun dalam bentuk puisi atau menggunakan elemen puisi.
  • Drama prosa yaitu drama yang hasilnya diatur dalam bentuk prosa.

Berdasarkan sajian isinya

  • Tragedi (drama kesedihan), yang merupakan drama yang menunjukkan sosok sedih atau tertekan, yang terlibat dalam situasi serius karena sesuatu yang tidak bahagia. Situasi ini menyebabkan karakter putus asa dan hancur. Ini juga bisa berarti drama serius yang menggambarkan tikaian antara karakter utama dan kekuatan luar biasa, yang berakhir dengan bencana atau kesedihan.
  • Komedi (tertawa drama), yang merupakan drama ringan yang menyenangkan, meskipun humor di dalamnya bisa menyindir dan berakhir bahagia.
  • Tragicomedy (drama dukaria), yang merupakan drama yang benar – benar menggunakan aliran kesedihan, tetapi berakhir dengan kebahagiaan.

Berdasarkan kuantitas cakapannya

  • Pantomim, drama tanpa kata – kata
  • Minikata, yang merupakan drama yang menggunakan sangat sedikit kata.
  • Doalogmonologist, yang merupakan drama yang menggunakan banyak kata.

Berdasarkan besarnya pengaruh unsur seni lainnya

  • Opera / operet, sebuah drama yang menekankan seni suara atau musik.
  • Sendratari, yang merupakan drama yang menekankan seni eksposisi.
  • Tablo, sebuah drama yang menekankan seni eksposisi.
Baca Juga :  Arti Mimpi Gagal Menikah

Bentuk – bentuk lain

  • Drama yang absurd yang dengan sengaja mengabaikan atau melanggar konversi, karakterisasi dan tema aliran.
  • Drama membaca, drama naska yang cocok untuk membaca saja, tidak dipentaskan.
  • Drama borjuis, drama tentang kehidupan kamp bangsawan (muncul di abad ke – 18).
  • Drama domestik, drama yang mengisahkan kehidupan orang awam.
  • Drama Berduka, yaitu drama yang secara khusus menggambarkan kejahatan atau keruntuhan karakter utama.
  • Drama liturgis, drama yang penampilannya digabungkan dengan upacara kebaktian gereja (pada Abad Pertengahan).
  • Drama satu babak, yang merupakan drama yang terdiri dari satu babak, berfokus pada tema dengan sejumlah kecil aktor, gaya, dan saluran ringkas.
  • Drama rakyat, yang muncul dan berkembang sesuai dengan festival rakyat yang ada (terutama di pedesaan)

Baca Juga : Teks Eksposisi

Hakikat Drama

Drama itu sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu drama yang berarti melakukan, bertindak, dll. Kata drama dapat diartikan sebagai suatu tindakan atau perbuatan.

Secara umum, gagasan drama adalah karya sastra yang ditulis dalam bentuk dialog dan dengan maksud dipamerkan oleh aktor.

Pertunjukan dramatis dapat dikenal sebagai teater. Drama juga dapat dikatakan sebagai cerita yang ditampilkan di atas panggung dan berdasarkan pada naskah.

Secara umum, drama memiliki dua makna ialah drama dalam arti luas dan drama dalam arti sempit.

Memahami drama dalam arti luas adalah semua bentuk acara atau pertunjukan yang berisi cerita yang ditonton atau ditampilkan di depan umum.

Sedangkan definisi drama dalam arti sempit adalah kisah kehidupan manusia dalam masyarakat yang diproyeksikan di atas panggung.

Perbedaan Drama dengan Teater

Teater dan drama memiliki makna yang sama, tetapi dengan subtitle yang berbeda.

Teater berasal dari kata Yunani “theatron”, yang secara harfiah berarti gedung / tempat.

Jadi, kata teater selalu berarti pertunjukan / tontonan. Drama ini juga berasal dari kata yunanai ‘dran’, yang berarti melakukan, menerapkan, atau bertindak.

Drama cenderung memiliki pemahaman seni sastra. Dalam seni sastra, drama sama dengan jenis puisi, prosa / esai.

Drama juga berarti suatu peristiwa atau peristiwa tentang manusia. Selain itu, acara atau cerita tentang manusia mengambil panggung sebagai bentuk presentasi dan menjadi acara teater. Teater penutup dibuat karena drama.

Pembagian Tugas Dalam Pementasan Drama

  • Sebelum kita mulai menulis naskah untuk persiapan, kita terlebih dahulu perlu mengetahui beberapa fungsi atau peran dalam persiapan. Pekerjaan pementasan pada dasarnya adalah kerja kelompok atau tim. Tim dibagi menjadi dua, yaitu tim penyelenggara dan tim persiapan. Yang dimaksud penyelenggara pementasan adalah orang – orang yang bekerja untuk menggelar “pertunjukan”. Tim penyelenggara meliputi ketua komite (pemimpin produksi), sekretariat, bendahara, dana, publikasi, peralatan, dokumentasi, konsumsi dan lainnya. Tim ini berperan dalam seni “penjualan” (drama). Keberhasilan atau kegagalan kinerja (dengan indikasi banyaknya penonton, pengembalian finansial minimum atas investasi, apresiasi publik, sistem suara, pencahayaan yang baik) tergantung pada tim ini.
  • Tim kedua adalah tim peementasan. Yang dimaksud tim pementasan adalah sekelompok orang yang memiliki tugas untuk menyajikan karya seni (drama) untuk ditonton. Tim pementasan juga terdiri dari sutradara, penulis skenario, tim artistik, tim perias, tim kostum, tim pencahayaan dan aktor. Bahkan, tim pementasan dibagi menjadi dua kelompok, tim di atas panggung (on stage) atau aktor dan tim di belakang panggung. Kedua tim memiliki peran yang sama dalam keberhasilan pertunjukan / pementasan.
  • Pertama, kami membahas tim pementasan dan tugas serta wewenangnya.
    • Seperti kita ketahui, sutradara adalah pemimpin panggung. Dia bertanggung jawab atas casting (memilih pemain sesuai dengan peran dalam naskah), mengatur akting para aktor dan mengatur tim pendukung pementasan lainnya. Pada dasarnya, seorang sutradara memiliki kuasa mutlak sekaligus bertanggung jawab mutlak atas pementasan.
    • Penulis skenario. Bahkan, ketika naskah dipilih untuk dipentaskan, penulis skenario “mati”. Artinya, ia tidak lagi memiliki hak untuk mengatur visualisasi atas naskah. Visualisasi adalah tanggung jawab sutradara. Biasanya, untukperencanaan akting, penulis skenario hanya dipinta sebagai komentator.
    • Penata panggung. Tugas utama perancang panggung adalah membuat panggung (setting panggung) seperti yang diinginkan oleh sutradara. Biasanya, sutradara beriskusi dengan penata panggung untuk membuat panggung yang mendukung cerita.
    • Penata cahaya. Tugas utama desainer pencahayaan adalah merencanakan dan mereproduksi pencahayaan pada saat presentasi, sehingga pencahayaan mendukung konfigurasi pemandangan. Tentu saja penata cahaya perlu berkoordinasi dengan penata panggung. Perancang pencahayaan harus memiliki pengetahuan yang memadai dalam hal mixer cahaya.
    • Penata rias dan pakaian. Tugas utama penata rias dan fashion adalah membuat riasan dan kostum para aktor sesuai dengan karakter yang dibutuhkan oleh sutradara. Secara umum, tata rias dan busana dikoordinasikan dengan sutradara.
    • Penata suara. Tugas utama penata suara adalah menciptakan efek suara yang mendukung kinerja. Bersama dengan perancang busana, perancang panggung dan perancang pencahayaan, perancang suara menciptakan suasana yang mendukung pementasan. Tentu saja, prasyarat untuk menjadi penata suara adalah memiliki kemampuan untuk mengelola soundsistem dan soundeffect.
    • Tugas utama aktor adalah memainkan karakter yang ditunjuk oleh sutradara.
  • Tim penyelenggara dan wewenangnya adalah sebagai berikut :
    • Ketua Panitia.
    • Sekretaris.
    • Bendahara.
    • Sie Acara.
    • Sie Dana.
    • Sie Dokumentasi.
    • Sie Perlengkapan.
    • Sie Konsumsi.
    • Sie Tempat.
Baca Juga :  Arti Mimpi Melihat Air

Contoh Teks Naskah Drama Cerita Rakyat Bawang Merah dan Bawang Putih

  • Judul

Bawang Merah dan Bawang Putih.

  • Pemain

Bawang Merah, Bawang Putih, Ibu Tiri, Ayah Bawang Putih dan Nenek.

Sinopsis drama : Suatu hari, di desa yang aman dan damai. Di sana tinggal seorang gadis bernama Bawang Putih dengan ayahnya di sebuah rumah besar. Ayahnya adalah saudagar kaya di desa.

Bawang Putih baru saja kehilangan ibunya dan sekarang dia harus tinggal sendirian dengan ayahnya, yang sering meninggalkan desa untuk berdagang. Namun, tetangganya selalu menawarkan bantuan.

Ibu tiri : Tuan, jika tuan ingin berdagang, tuan harus meninggalkan Bawang Putih dengan saya. Saya akan urus itu. Sayang sekali jika dia ditinggal sendirian.

Akhirnya Bawang Putih dipercayakan oleh ayahnya kepada tetangga, yang juga memiliki seorang putri bernama Bawang Merah.

Bawang Merah dan ibunya berperilaku sangat baik dengan Bawang Putih. Bawang Putih sangat mencintai mereka sehingga meminta ayahnya untuk menikahi ibu Bawang Merah.

Akhirnya, ayahnya menikahi ibu Bawang Merah. Sayangnya, setelah menikah, semua langkah dalam sikap baik ibu tirinya dan Bawang Merah menjadi lebih buruk.

Bawang Putih sering disiksa ketika ayahnya meninggalkan desa, tetapi dia tidak pernah memberi tahu ayahnya tentang penyiksaan.

Ibu Tiri : Bawang Putih! Siapkan makanan cepat!! Kami sudah lapar!

Bawang Merah : Iya. Kerja lambat banget.

Bawang Putih : Iya, Bu. Sebentar lagi masakannya siap.

Dengan demikian, setiap hari, Bawang Putih diperintah sesuka hati oleh ibu tirinya dan saudara tirinya. Hingga suatu hari, ayah Bawang Putih sakit parah.

Ayah : Bu, sepertinya waktu Ayah tidak banyak. Tolong Ibu jaga baik – baik Bawang Putih, ya.

Ibu Tiri : Tentu saja, Pak. Ibu akan selalu menjaga dan menyayangi Bawang Putih.

Dan akhirnya, ayahnya meninggal. Ibu tiri dan Bawang Merah sangat bahagia karena mereka menerima warisan yang berlimpah, sementara Bawang Putih masih disiksa.

Suatu hari, Bawang Putih mencuci pakaian di sungai. Namun, ia tidak sengaja menghanyutkan pakaian kesayangan ibu tirinya.

Dia kemudian mengejar pakaian itu sampai mereka akhirnya baju tersebut tersangkut di akar pohon dekat rumah di tepi sungai. Ketika dia hendak mengambil pakaiannya, seorang nenek tua keluar dari dalam rumah.

Nenek : Anak cantik, apakah kamu mau membantu nenek membersihkan rumah? Nenek merasa tidak enak badan hari ini.

Bawang Putih : Nenek tinggal sendirian? Tentu saja saya mau, Nek. Saya akan membantu Nenek hari ini.

Bawang putih juga membantu nenek sampai semua pekerjaan rumah selesai. Sang nenek memberikan beberapa labu sebagai hadiah.

Nenek : Ini hadiah buat kamu. Kamu pilih saja mana yang kamu inginkan.

Bawang Putih : Terima kasih, Nek. Saya ambil labu yang kecil ini saja, ya.

Bawang putih pulang dengan labu kecil. Ibu tirinya sangat marah karena dia pulang terlambat.

Ibu Tiri : Sudah telat pulang. Malah cuma bawa labu jelek ini saja. Sudah sana cepat belah dan masak untuk kami.

Bawang putih juga membelah labu dan ternyata isinya adalah emas. Dia kemudian mengatakan emas itu kepada ibu tirinya untuk menyenangkan hati ibu tirinya.

Ibu tirinya sangat senang bukan main. Bawang putih juga menceritakan kejadian siang tadi. Ibu tiri itu mengangguk. Lalu dia merencanakan sesuatu dengan Bawang Merah.

Ibu Tiri : Besok kamu lakukan persis seperti apa yang Bawang Putih lakukan tadi siang. Ibu yakin kalau kamu bisa mendapatkan lebih banyak emas dari pada Bawang Putih.

Bawang Merah : Baik, Bu.

Keesokan harinya, Bawang Merah mencuci dan menghanyutkan pakaian seperti Bawang putih. Dia juga tiba dan bertemu nenek itu.

Dia juga melakukan pekerjaan yang diberikan neneknya, tetapi dengan ceroboh. Nenek memberinya pilihan hadiah dan dia memilih labu terbesar.

Bawang Merah : Ibu, lihat ini!

Ibu Tiri: Wah, benar kan apa kata Ibu. Kamu pasti bisa mendapat hadiah yang lebih besar.

Bawang Merah : Iya, Bu. ayo kita belah, Bu.

Ibu Tiri : Ayo, cepat.

Buah labu lalu dibelah. Tapi, ternyata isinya bukan emas melainkan binatang beracun. Ibu tiri dan bawang merah itu langsung tewas ketika diserang oleh binatang berbisa.

Mungkin itu saja yang dapat kami sampaikan, semoga serangkaian ulasan kali ini dapat memberikan banyak manfaat untuk sahabat dosenku.co.id semua. Terimakasih Atas Kunjungannnya.