Pemberontakan PRRI

4 min read

Pemberontakan PRRI

Hay guys! kali ini dosenku.co.id akan membahas materi tentang Pemberontakan PRRI.

PRRI ialah sebuah singkatan dari kepanjangan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia, sedangkan istilah Permesta ialah singkatan dari Perjuangan Rakyat Semesta.

Dari kedua Pemberontakan itu memang sudah pernah muncul ketika menjelang pembentukan RIS atau Republik Indonesia Serikat sekitar pada tahun 1949.

Adapun yang juga menjadi akar permasalahannya ialah ketika pembentukan RIS pada tahun 1949, dengan saling bersama – sama mengurangi Divisi Banteng yang lalu hingga tersisa 1 brigade saja.

Pemberontakan PRRI
Pemberontakan PRRI

Sejarah Pemberontakan PRRI

Latar belakang terjadinya pemberontakan PRRI dan Permesta ini disebabkan karena adanya suatu hubungan yang tidak baik. ialah antara pemerintah pusat dan daerah tentang suatu perkara otoda dan keuangan antara pusat dan juga daerah.

Karenanya dimana ada suatu daerah yang merasa dirugikan yaitu daerah Sumatera dan Sulawesi. Sehingga membuat sikap yang tidak pernah puas itu juga bisa mendapatkan banyak dukungan dari beberapa perwira militer tersebut.

Namun, hingga pada akhirnya semua yang menjabat sebagai perwira militer tersebut, mereka semua menciptakan suatu kelompok dewan daerah ialah :

  1. Dewan banteng dibuat pada tanggal 20 desember 1956. Bertempat di Sumatera Barat yang didirikan oleh Letnan Kolonel Ahmad Husein.
  2. Dewan Gajah dibentuk pada tanggal 22 Desember 1956. Bertempat di Sumatera Utara yang didirikan oleh Kolonel Maludin Simbolon.
  3. Dewan Garuda dibentuk pada pertengahan bulan Januari dan pada tahun 1957 yang didirikan oleh Letnan Kolonel Barlian.
  4. Dewan Manguni di Sulawesi Utara yang dipimpin oleh Kolonel Ventje Sumual.

Jadi, pada tanggal 9 Januari 1958 dimana ketika itu semua para tokoh militer dan sipil sedang melaksanakan suatu pertemuan yang berlangsung di Sungai Dareh, ialah didaerah Sumatera Barat.

Maka dari itu, Inti dari diadakannya pertemuan itu ialah sebagai pembahasan mengenai suatu pembentukan sebuah pemerintah baru serta suatu hal yang masih berkaitan dengan pemerintah baru.

Namun, seseorang Letnan Kolonel yang bernama Ahmad Husein sekitar pada tanggal 15 Februari 1958. Telah memproklamirkan dan dibentuknya Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia ( PRRI ) yang dilakukan dengan perdana menteri Syafruddin Prawiranegara.

Baca Juga :  Monosakarida

Tindakan yang diputuskan oleh pemerintah untuk mengatasi pemberontakan PRRI, yaitu dengan melakukan operasi yang berlangsung pada tanggal 17 Agustus dan dipimpin oleh Letnan Kolonel Ahmad Yani.

Dimana akan diadakannya Operasi militer ini memiliki tujuan untuk bisa meluluhkan kekuatan pemberontak dan untuk mencegah keterlibatan dari pihak asing yang nantinya bisa merugikan pemerintahan.

Namun, setelah didirikannya dewan Manguni itu terjadi sekitar pada tanggal 17 Februari 1950, sehingga kepada semua tokoh militer yang berada didaerah Sulawesi dapat membacakan proklamir Piagam Perjuangan Rakyat Semesta (Permesta) itu.

Hingga keberlangsungan Proklamasi tersebut diketuai oleh Letnan Kolonel Ventje Sumual Panglima Wirabhuana, sehabis itu Permesta mulai ikut bergabung dengan PRRI.

Dalam upaya untuk pemberontakan saat itu, membuat pemerintah akhirnya melangsungkan sebuah operasi militer gabungan yang biasa disebut dengan Operasi Merdeka yang ketika itu dipimpin langsung oleh Letnan Kolonel Rukminto Hendraningrat.

Lalu ketika proses Operasi dalam penumpasan Permata ini sangat tajam karena musuh ini memiliki berbagai persenjataan yang cukup modern, yaitu buatan dari Amerika Serikat.

Dalam hal ini telah dibuktikan pada suatu peristiwa Pesawat Angkatan Udara Revolusioner ( Aurev ) yang ditembak ketika itu dikemudiankan oleh Allen Lawrence Pope ialah seorang warga negara Amerika Serikat.

Pada akhirnya Pemberontakan PRRI dan Permesta tersebut baru bisa dibunuh pada bulan Agustus 1958, lalu pada tahun 1961. Akhirnya pemerintah membuka suatu kesempatan bagi semua anggota yang tersisa dari Permesta agar mau kembali ke Republik Indonesia.

Jangan lupa baca juga : Seni Kriya

Tujuan Pemberontakan PRRI

Tujuan dari pemberontakan PRRI ialah guna untuk mendukung pemerintah untuk bisa lebih perhatian lagi dalam pembangunan negri dengan keseluruhan, karena hal tersebut pemerintah hanyanya fokus pada pembangunan yang ada didaerah Pulau jawa saja.

Dengan usulan dari PRRI atas ketidakseimbangan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Adapun alasan yang dilakukan PRRI itu benar, tetapi tindakan yang dipergunakan sebagai pengoreksi pada pemerintah pusat itu tidak benar.

Lalu pemerintah dituntut oleh PRRI dengan tindakan yang memaksa, maka pemerintah itu menganggap bahwa tuntutannya itu bersifat memberontak. Hal ini mengakibatkan pandangan buruk bagi pemerintah pusat bahwa PRRI ialah sebuah tindakan pemberontakan.

Baca Juga :  Deutro Melayu

Tetapi, apabila PRRI ini dikatakan sebagai pemberontak, hal ini ialah anggapan yang tidak tepat karena sebetulnya PRRI ingin membenarkan dan memperbaiki sistem pembangunan yang sedang dikerjakan oleh pemerintah pusat. Tidak sebagai tindakan menjatuhkannya sebuah kepemerintahan RI.

Karena ketidak puasan PRRI atas keputusannya kepada pemerintah pusat yang pada akhir PRRI membuat susunan dewan – dewan daerah yang terdiri atas Dewan Banteng, Dewan Gajah, dan Dewan Garuda.

Pada tanggal 15 Februari 1958, Achmad Husein memproklamasikan sebuah pengumuman tentang berdirinya Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia ini oleh Syarifudin Prawiranegara menjabat menjadi perdana menteri.

Tokoh – Tokoh Kabinet PRRI

Tokoh – Tokoh Kabinet PRRI

Kabinet PRRI terdiri atas :

1. Mr. Sjafruddin Prawiranegara : ialah merupakan seorang Perdana Menteri dan juga menangkap Menteri Keuangan.

2. Mr. Assaat Dt. Mudo ialah merupakan seorang Menteri Dalam Negeri, tetapi pada kesempatan terdahulunya Dahlan Djambek pernah mempunyai kendali.

3. Kol. Maludin Simbolon ialah merupakan seorang Menteri Luar Negeri.

4. Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo ialah merupakan seorang Menteri Perhubungan dan juga Pelayaran.

5. Muhammad Sjafei ialah merupakan seorang Menteri PPK dan Kesehatan.

6. J.F. Warouw ialah merupakan seorang Menteri Pembangunan.

7. Saladin Sarumpaet ialah merupakan salah seorang Menteri Pertanian dan Perburuhan.

8. Muchtar Lintang ialah merupakan seorang Menteri Agama.

9. Saleh Lahade ialah merupakan seorang Menteri Penerangan.

10. Ayah Gani Usman ialah merupakan seorang Menteri Sosial.

11. Kol. Dahlan Djambek ialah merupakan salah seorang Menteri Pos dan Telekomunikasi setelah Mr. Assaat hingga di Padang.

Tokoh – Tokoh Dalam Peristiwa PRRI

  • Ahmad Husein
  • Mr. Syafrudin Prawiranegara
  • Letkol Kaharudin Nasution
  • Kolonel Achmad Yani
  • Brigjen Djatikusumo
  • Letkol Ibnu Sutowo

Dampak Dari Pemberontakan PRRI

Dampak yang disebabkan karena adanya pemberontakan ini, dan akhirnya pemerintah pusat menciptakan kumpulan pasukan agar dapat melawan pemberontakan PRRI.

Dengan kejadian ini akan menimbulkan pertumpahan darah dan jatuhnya sejumlah korban jiwa baik dari TNI maupun dari PRRI.

Lalu disamping itu, semua pembangunan menjadi terbengakalai dan menimbulkan rasa trauma yang di alami oleh sebagian penduduk daerah Sumatera apa lagi daerah Padang khususnya.

Ada tujuh dampak yang penting yaitu sebagai berikut ini :

1. Banyak sekali menimbulkan korban jiwa.

2. Kendisi ekonomi menjadi terganggu.

Baca Juga :  Seni Grafis

3. Proses Pembangunan menjadi mangkrak atau terhenti.

4. Akan terjadi sebuah Penurunan SDMnya.

5. Hubungan antara Indonesia dan Amerika Serikat menjadi terganggu.

7. Hubungan antara Indonesia dengan Malaysia menjadi terganggu.

8. Adanya Kesadaran berotonomi.

Jangan lupa baca juga : Seni Grafis

Usaha Pemerintah Dalam Penumpasan Pemberontakan PRRI atau PERMESTA

Munculnya adanya pemberontakan PRRI atau PERMESTA ini merupakan untuk mendorong pemerintahan RI untuk mendesak Kabinet Djuanda dan Nasution agar bertindak tegas pemberontakan yang dilakukan oleh organisasi PRRI/PERMESTA tersebut.  

Kabinet Nasution dan para mayoritas yang memimpin PNI serta PKI membuat keputusan untuk segera melakukan pemberontakan ini sehingga segeralah dimusnahkannya dari NKRI.  

Pada akhir bulan Februari, Angkatan Udara RI memulai untuk pengeboman instansi – instansi penting yang berada di kota Padang, Bukit Tinggi, dan Manado.  

Sebelum pendaratan itu dilaksanakan, Nasution telah mengirimkan Pasukan Resmi Pada Komando Angkatan Darat di ladang – ladang minyak yang berada di kepulauan Sumatera dan Riau.  

Pada tanggal 14 Maret 1958, daerah Pekan Baru berhasil dikuasai, Operasi Militer lalu diserahkan ke pusat pertahanan PRRI. Selanjutnya pada 4 Mei 1958 yang mana Bukit tinggi sudah berhasil dikuasai dan selanjutnya TNI mengatur ulang daerah – daerah bekas pemberontakan PRRI.

Pada penyerangan kali ini, banyak pasukan PRRI yang melarikan diri ke area perhutanan yang berada di daerah tersebut.

Sebutkan tokoh – tokoh prri?

1. Ahmad Husein
2. Mr. Syafrudin Prawiranegara
3. Letkol Kaharudin Nasution
4. Kolonel Achmad Yani
5. Brigjen Djatikusumo
6. Letkol Ibnu Sutowo

Sebutkan tujuan dari pemberontakan prri?

Untuk mendukung pemerintah supaya lebih memperhatikan lagi pembangunan negeri dengan keseluruhan, dan oleh sebab itu pemerintah hanya bisa fokus terhadap pembangunan yang berada di daerah Pulau jawa.

Bagaimanakah akhir cerita penumpasan pemberontakan prri?

Pada tanggal 14 Maret 1958, daerah Pekan Baru berhasil dikuasai, Operasi Militer lalu diserahkan ke pusat pertahanan PRRI.
Selanjutnya pada 4 Mei 1958 yang mana Bukit tinggi sudah berhasil dikuasai dan selanjutnya TNI membereskan daerah – daerah bekas pemberontakan PRRI.

Demikianlah yang dapat dosenku.co.id Sampaikan, Semoga ulasan kali ini dapat bermanfaat untuk sahabat semuanya.

Letak Nomor Ijazah

dosenku
3 min read

Deutro Melayu

dosenku
4 min read

Tajuk Rencana

dosenku
6 min read