Pengertian Israf

3 min read

Pengertian Israf ini apa ya? Sebagian orang mungkin sudah ada yang tau mengenai israf ini, namun sebagian lagi mungkin juga belum mengetahuinya.

Dan tahukah anda bahwa israf ini dapat dibagi dalam beberapa tindakan, yang diantaranya dalam berbicara, dalam makan dan minum, dalam perbuatan dan dalam menuntut hak.

Nah untuk anda semua yang ingin mengetahuinya lebih lengkap lagi, ada baiknya jika anda membaca artikel yang kali ini dosenku.co.id buat ini.

Sebab mencari ilmu itu jangan setengah – tengah, tetapi harus menyeluruh dan komplit agar kedepannya dapat diterapkan ke dalam kehidupan sehari – hari kita tentunya.

Apa Itu Israf?

Pengertian Israf
Pengertian Israf

Israf adalah perilaku buruk, dan secara bahasa, kata israf berarti melebih – lebihkan. Dalam Islam israf dimaksudkan untuk semua tindakan manusia yang melampaui tingkat yang disyaratkan.

Israf dianggap sebagai perbuatan jahat, bahkan dalam beberapa kasus dilarang oleh agama. Israf atau melebih – lebihkan ini dilarang oleh agama.

Israf dalam memuaskan hawa nafsu terhadap apa saja yang halal menurut syariat tidaklah haram, namun secara moral sikap seperti itu cenderung merusak tatanan moral dan etika kehidupan.

Selain tidak pernah menemukan kepuasan, lambat laun manusia akan mengarah pada tindakan menyalahgunakan hak orang lain.

Perilaku berlebihan ini dapat terjadi dalam banyak hal, seperti makan, minum, menggunakan barang atau bahan, berbicara atau bertindak merupakan tindakan israf atau mubazir.

Contoh dan Bentuk Israf

Israf dapat dilakukan oleh orang – orang dalam serangkaian tindakan sehari – hari, dan beberapa contohnya adalah sebagai berikut :

  • Israf dalam makan dan minum

Allah SWT membenci makan dan minum yang berlebihan. Kita tahu bahwa Allah telah menyediakan segala sesuatu di bumi ini untuk kepentingan umat manusianya.

Baca Juga :  Pengertian Tabzir

Namun, ini tidak berarti bahwa kita harus memuaskan keinginan untuk makan dan minum semua yang ada. Makan dan minum lebih dari yang diperlukan akan berdampak negatif pada tubuh kita.

Hal ini mudah dirasakan jika kita makan dan minum berlebihan saat berbuka. Jika kita berlebihan bisa dipastikan kita akan merasa lemah dan tidak nyaman.

Akibat yang berdampak dalam tubuh dari makan dan minum secara israf yaitu akan menjadi gemuk. Dan kelebihan berat badan atau obesitas tidak baik untuk kesehatan.

Allah SWT sangat melarang makan dan minum yang berlebihan, karena akibat buruk yang akan ditimbulkannya pada tubuh kita.

….وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

Yang berarti : Boleh makan dan minum tapi jangan berlebihan. Allah sangat tidak menyukai orang yang berlebihan. “(Q.S. al-A’ra f [7]: 31)

Yang jelas Allah SWT melarang hamba – hambanya makan dan minum secara berlebihan. Konsumsi makanan dan minuman yang berlebihan dapat menimbulkan efek negatif bagi tubuh, seperti munculnya penyakit tertentu.

Asupan gula yang berlebihan dapat menyebabkan diabetes, asupan garam yang berlebihan dapat menyebabkan hipertensi dan banyak penyakit lainnya.

  • Israf dalam Berbicara

Israf lain yang dilarang dalam agama adalah israf atau ucapan yang berlebihan. Berbicara secara berlebihan akan berdampak negatif. Dan terlalu banyak bicara akan menimbulkan kebosanan bahkan membenci orang lain.

Lebih berbahayanya lagi jika yang dibicarakan itu mempermalukan orang lain atau membicarakan informasi yang belum tentu benar dan bisa mencemarkan nama baik orang lain.

Oleh karena itu, Nabi mengingatkan kita untuk selalu menjaga bahasa kita agar tidak berbicara berlebihan. Jika tidak bisa berkata baik dan bijak, maka lebih baik diam. Perhatikan sabda Nabi Muhammad SAW ini :

Jadi terkadang diam lebih baik dari pada berbicara ke arah yang tidak jelas. Apakah dia berbicara tentang sesuatu yang baik? Terkadang kita harus berbicara atau memilih diam saja.

Baca Juga :  Aamiin Ya Mujibas Sailin

Ketika kita melihat kejahatan, maka kita harus berbicara. Dan ketika kita melihat seseorang berbuat salah, kita juga perlu mengingatkan mereka dengan kata – kata.

Kami mengingatkan orang tersebut bahwa tindakan mereka adalah munkar dan mengajak mereka untuk bertindak sesuai dengan hukum Islam.

Selanjutnya, kita perlu berbicara ketika kita melihat ketidakadilan. Kita harus mengatakan yang sebenarnya, bahkan jika itu pahit kita perlu berbicara sesuai kebutuhan saja dan tidak berlebihan.

  • Israf dalam Perbuatan

Tentu kita pernah mendengar istilah melebih – lebihkan dikehidupan sehari – hari kita ya. Israf adalah melebih – lebihkan ketika melakukan sesuatu. Sikap berlebihan ini tentu tidak menyenangkan orang lain.

Berlebihan ini dapat ditemukan dalam berbagai cara. Misalnya, terlalu banyak menjelaskan sesuatu dengan gaya yang berlebihan, terlalu banyak berpakaian dan tidak menggunakan tata krama berpakaian yang baik, dan terlalu banyak mengendarai mobil baru.

Contoh lainnya adalah tindakan yang terlalu sering terjadi karena ketidaktahuan atau ketakutan pelaku terhadap berlebihan kepada sesuatu yang dihadapinya.

Karena ketidaktahuan atau ketakutan itu dia tidak bisa berpikir jernih. Jadi segera bereaksi berlebihan ketika ada sesuatu di depannya.

  • Israf dalam Menuntut Hak

Israf dilakukan dalam keadaan umum dan interen. Israf juga bisa terjadi ketika kita mencoba menuntut hak secara membabi buta.

Contoh paling mudahnya adalah ketika kita merasa tersakiti oleh tindakan orang lain. Saat itulah kita merasa terpengaruh, jadi mari kita mencoba memberi tanpa melampaui batas.

Hanya karena anda dipukul saat berjalan di trotoar, anda menegurnya dan bahkan memukulnya. Hal ini tentu saja tidak dapat dibenarkan.

Hal yang dapat menyebabkan israf

Perilaku Israf dapat disebabkan oleh hal – hal tertentu, diantara alasannya mengenai terjadinya sikap israf ini ialah sebagai berikut :

  1. Kurangnya pemikiran saat meninjau dan mempertimbangkan tindakan yang benar dan efektif.
  2. Inginnya anda menerima pujian dari orang lain (riya’).
  3. Malas berpikir.
  4. Lemahnya jiwa dan iman.
Baca Juga :  Yaumul Jaza Artinya

Cara menghindari israf

Hal – hal yang dapat dilakukan untuk mencegah akan terjadinya perilaku israf dalam hati diantaranya yaitu sebagai berikut :

  1. Hindari segala sebab dan selalu bertawakal kepada Allah.
  2. Praktekkan manajemen biaya dengan manajemen waktu yang tepat.
  3. Pahami segala konsekuensinya jika bertindak berlebihan.
  4. Ingatan akan situasi buruk atau jika suatu hari anda jatuh miskin.
  5. Distribusi kekayaan melalui zakat, sedekah atau infaq.

Sekian.

Doa Berpergian

dosenku
5 min read

Doa Masuk Dan Keluar Rumah

dosenku
3 min read

Perbedaan Qada Dan Qadar

dosenku
4 min read