Rumusan Pancasila Dalam Pembukaan UUD 1945

5 min read

Rumusan Pancasila Dalam Pembukaan UUD 1945

Hay guys!! kali ini dosenku.co.id akan membahas tentang Rumusan Pancasila Dalam Pembukaan UUD 1945 marilah kita simak bersama pembahasannya dibawah ini.

Sedangkan pada pembahasan sebelumnya dosenku.co.id telah membahas artikel yang berjudul Ideologi Pancasila

Pengertian Menurut Para Tokoh – Tokoh

Rumusan Pancasila Dalam Pembukaan UUD 1945
Rumusan Pancasila Dalam Pembukaan UUD 1945

Dibawah ini akan dijelaskan tentang pengertian rumusan pancasila menurut para ahli, antara lain :

Mohammad Yamin

Mohammad Yamin ialah merupakan seseorang sastrawan, sejarawan, budayawan, politikus, serta ahli hukum.

Didalam membuat rumusan Pancasila ini Mohammad Yamin memberikan lima hal yang bisa dijadikan dasar negara yaitu :

Yang paling Pertama diajukan secara lisan pada tanggal 29 Mei tahun 1945 yang berisikan :

  • Berperi kebangsaan.
  • Berperi kemanusiaan.
  • Berperi ketuhanan.
  • Berperi kerakyatan.
  • Dan kesejahteraan rakyat.

Kemudian hal ini berubah disaat Mohammad Yamin menyampaikan suatu rumusan dasar dan negara yang diajukan dengan tertulis yaitu :

  • Ketuhanan Yang Maha Esa.
  • Kebangsaan dan Persatuan Indonesia.
  • Rasa kemanusiaan yang adil dan beradab.
  • Kerakyaatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilaan.
  • Keadilan sosial bagi seluruh rakyaat Indonesia.

Baca Juga : Prinsip Demokrasi Pancasila

Soepomo

Soepomo ialah merupakan seseorang yang ahli didalam hukum pada generasi yang pertama sudah ada disaat Indonesia merdeka.

Soepomo ialah merupakan seseorang pahlawan bagi nasional Indonesia dan juga dikenal sebagai arsitek.

Undang – Undang Dasar 1945, yang bersamaan dengan Mohammad Yamin dan juga Soekarno.

Usulan didalam rumusan Pancasila yang diungkapkan oleh Soepomo didalam pidatonya di sidang BPUPKI yang digelar pada tanggal 31 Mei tahun 1945.

Soepomo memberikan lima rumusan yang dijadikan untuk dasar negara sebagai berikut dibawah ini :

  • Persatuan.
  • Kekeluargaan.
  • Keseimbangan lahir maupun batin.
  • Bermusyawarah.
  • Dan keadilan rakyat.

Soekarno

Presiden yang pertama di Indonesia ialah Soekarno dan juga merumuskan Pancasila.

Didalam pidatonya pada sidang BPUPKI pada tanggal 1 Juni tahun 1945, Soekarno menyampaikan sebuah pidato yang berisikan suatu gagasan yang mengenai dasar negara yang terdiri dari lima butir gagasan.

Baca Juga : Deutro Melayu

Berikut dibawah ini merupakan suatu gagasan yaitu :

  • Berkebangsaan Indonesia.
  • Berinternasionalisme dan berperikemanusiaan.
  • Mufakat atau demokrasi.
  • Berkesejahteraan didalam sosial.
  • Ketuhanan yang Maha Esa.

Selain itu Soekarno juga mengusulkan tiga dasar negara yang diberi nama Ekasila, Trisila, serta Pancasila.

Baca Juga :  Makna Sila Ke 4

Yang mana akhirnya dasar negara yang dipilih ialah Pancasila. Setelah rumusan Pancasila diterima sebagai dasar negara dengan resmi,

kemudian diterbitkanlah beberapa dokumen penetapannya yaitu sebagai berikut dibawah ini :

  • Rumusan yang pertama yaitu :
    • Piagam Jakarta (jakarta Charter), pada tanggal 22 Juni tahun 1945.
  • Rumusan yang kedua yaitu :
    • Pembukaan Undang – Undang Dasar, pada tanggal 18 Agustus tahun 1945.
  • Rumusan yang ketiga yaitu :
    • Mukadimah Konstitusi Republik Indonesia di Serikat, pada tanggal 27 Desember tahun 1949.
  • Rumusan yang keempat yaitu :
    • Sebagai mukadimahnya Undang – Undang Dasar Sementara, pada Tanggal 15 Agustus tahun 1950.
  • Rumusan yang kelima yaitu :
    • Dengan adanya Rumusan yang kedua ini yang dijiwai oleh rumusan yang pertama (merujuk Dekrit Presiden pada tanggal 5 Juli 1959).

Rumusan pada dasar negara Pancasila yang sah, Rumusan yang sah didasarkan oleh sistematis yang benar terdapat pada UUD 1945 dan di sahkan oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945.

Rumusan dasar negara didalam pembukaan UUD 1945 terletak pada alinea yang ke empat.

Presiden Republik Indonesia mengeluarkan suatu Instruksi No.12/1968 pada tanggal 13 April tahun 1968.

Didalam instruksi ini ditegaskan bahwasanya tata urutan dan rumusan Pancasila yang sah sebagai berikut dibawah ni :

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa.
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
  3. Persatuan Indonesia.
  4. Kerakyaatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam pemusyawaratan dan perwakilan.
  5. Keadilaan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

NIlai – Nilai Pancasila

Dibawah ini akan dijelaskan tentang nilai – nilai pancasila, antara lain :

Nilai Pancasila Pada Lambang Bintang Emas

Nilai Pancasila Pada Lambang Bintang Emas

Sila yang pertama ialah merupakan sila ketuhanan yang melambangkan bintang emas yang berlatar belakang hitam.

Dari lambang bintang emas ini menggambarkan bahwasannya bangsa Indonesia mengakui akan adanya Tuhan Yang Maha Esa.

Selain itu cahaya dari sebuah bintang yang diibaratkan sebagai sumber cahaya yang berasal dari Tuhan Yang Maha Esa untuk melambangkan sebagai sumber cahaya yang menerangi negara Indonesia.

Latar belakang yang berwarna hitam yang menggambarkan bahwa warna ini alami, dengan berkah dari Allah Swt Yang Maha Esa yang diharapkan oleh bangsa Indonesia supaya tidak tersesat dalam menjalankan kehidupannya.

Pada sila pertama yang berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa, nilai – nilai yang terkandung pada sila yang pertama ini ialah sebagai berikut dibawah ini :

  1. Percaya akan adanya Tuhan Yang Maha Esa dan juga untuk menjalankan perintah dan menjauhi segala larangan nya yang sesuai dengan kepercayaannya masing – masing.
  2. Saling menghormati agama lain.
  3. Memiliki suatu toleransi antar umat agama.
  4. Tidak memaksakan kehendaknya antar umat agama.
  5. Tidak mengejek – mengejek kepercayaan orang lain.
Baca Juga :  Prinsip Demokrasi Pancasila

Nilai Lambang Rantai Emas

Nilai Lambang Rantai Emas

Asas kemanusiaan pada pancasila dilambangkan dengan rantai emas. Apabila dilihat lebih dalam lagi, rantai emas pada perisai memiliki mata rantai yang berbeda – beda .

Terdapat bentuk persegi dan lingkaran yang melambangkan pria dan wanita sebagai rakyat Indonesia.

Rantai – Rantai ini terikat tanpa putus yang menunjukkan akan hubungan rakyat Indonesia yang saling terikat dan saling membantu.

Baik pria maupun wanita yang memiliki suatu kesetaraan yang hak sebagai rakyat Indonesia.

Sila kedua berbunyi Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab yang memiliki nilai – nilai yang terkandung pada sila ke dua ini ialah sebagai berikut dibawah ini :

  1. Semua rakyat Indonesia memiliki hak yang sama di mata hukum, agama, masyarakat dll.
  2. Tidak ada perbedaan antara ras satu dengan yang lainnya antar sesama rakyat Indonesia.
  3. Sikap tenggang rasa dan saling tolong menolong yang harus diutamakan.
  4. Nilai – Nilai kemanusiaan antar rakyat Indonesia harus dijunjung tinggi.
  5. Saling menghargai pendapat masing – masing.

Nilai Pada Lambang Pohon Beringin

Nilai Pada Lambang Pohon Beringin

Simbol inni merupakan suatu persatuan yang terdapat pada lambang pohon beringin dengan latar belakang putih.

Pohon beringin ini melambangkan sebagai negara indonesia itu sendiri. Awalnnya pohon beringin ini ialah pohon yang sangat besar dan juga tinggi serta pohon ini juga memiliki daun yang sangat lebat untuk digunakan sebagai tempat berteduhnya rakyat indonesia.

Selain itu terdapat akar pohon beringin yang diibaratkan sebagai semua suku yang ada di Indonesia.

walaupun ada banyak cabang – cabang akar akan tetapi akar – akar ini tetap bersatu untuk membangun pohon beringin itu agar pohon tetap berdiri tegak.

Walaupun di Indonesia terdapat berbagai suku dan budaya serta persatuan yang tetap dijunjung tinggi oleh Indonesia agar dapat berdiri dengan kokoh sebagai Negara Kesatuan.

Dalam sila persatuan yang berbunyi Persatuan Indonesia terdapat beberapa nilai yang terkandung didalam kehidupan sehari – hari yaitu sebagai berikut dibawah ini :

  1. Menggunakan bahasa persatuan Indonesia antar daerah.
  2. Memperjuangkan nama harum bangsa Indonesia.
  3. Cinta pada tanah air Indonesia.
  4. Mengutamakan persatuan dan kesatuan dari pada kepentingan pribadi.
  5. Berjiwa patriotisme dimanapun anda berada.

Lambang Kepala Banteng

Lambang Kepala Banteng

Kepala banteng pada perisai garuda yang berwarna hitam putih dengan berlatar belakang berwarna merah ini melambangkan suatu simbol kerakyatan pada sila keempat pancasila.

Baca Juga :  Makna Sila Ke 2

Simbol kepala banteng ini melambangkan ialah ,merupakan akal kehidupan sosial yang dimiliki oleh banteng.

Sama halnya dengan bangsa Indonesia yang hidup rukun bersosial satu sama lain.

Dengan keputusan bersama dan harus dicapai dalam hidup bersosial dan mengesampingkan pendapat pribadi.

Sila keempat yang berbunyi Kerakyataan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilaan yang memiliki nilai – nilai berikut dibawah ini :

  1. Pemimpin bangsa Indonesia haruslah bijaksana.
  2. Kekeluargaan harus diutamakan.
  3. Kedaulatan bangsa ada di tangan rakyat.
  4. Kebijaksanaan dalam mengambil solusi.
  5. Keputusan yang diambil harus berdasarkan musyawarah dan untuk mencapai kesepakatan bersama.
  6. Tidak memaksakan kehendak orang lain.

Lambang Padi Dan Kapas

Lambang Padi Dan Kapas

Sila ke lima didalam pancasila dilambangkan oleh padi yang berwarna kuning dan kapas berwarna hijau dengan berlatar belakang putih.

Padi dan kapas merupakan simbol dari sumber sandang dan pangan yang dibutuhkan oleh bangsa Indonesia.

Tujuan bangsa Indonesia ialah untuk menciptakan suatu kesejahteraan sosial yang baik itu sandang dan juga pangan, tanpa adanya kesenjangan baik itu dari segi sosial, ekonomi, budaya dan politik agar keadilan dapat segera diwujudkan.

Sila kelima ini yang berbunyi Keadilaan Sosial Bagi Seluruh Rakyaat Indonesia yang memiliki nilai – nilai sebagai berikut dibawah ini :

  1. Perilaku yang adil dan harus diterapkan baik di bidang ekonomi, sosial maupun politik.
  2. Hak dan kewajiban setiap orang harus dihormati.
  3. Untuk memperwujudan keadilan sosial bagi bangsa Indonesia.
  4. Yang bertujuan untuk rakyat Indonesia yang adil dan makmur.
  5. Unuk mendukung kemajuan dan pembangunan negara Indonesia.
Apa saja tugas dari pada panita sembilan ialah ?

1. Bertanggung jawab didalam merumuskan dasar negara Indonesia yang merdeka.
2. Untuk memberikan masukan yang baik secara tulisan maupun lisan serta untuk membahas dan merumuskan dasar negara Indonesia yang merdeka.
3.Untuk menampung masukan dari berbagai pihak yang terkait dengan pembentukan dasar negara Indonesia.
4. Untuk menyusun naskah dan rancangan dasar negara Indonesia.
Tanggal berapa lahirnya pancasila sebutkan ?
Pada tanggal 1 juni 1945.
Sebutkan isi dari pancasila ?
1. Ketuhanan Yang Maha Esa.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
3. Persatuan Indonesia.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dan kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan.
5. Keadilaan sosial bagi seluruh rakyaat Indonesia.

Demikianlah yang dapat dosenku.co.id sampaikan pada artikel kali ini, semoga dapat bermanfaat untuk kalian semua.

Makna Sila Ke 4

dosenku
3 min read

Makna Sila Ke 2

dosenku
4 min read

Makna Sila Ke 1

dosenku
7 min read