Seni Grafis

7 min read

Seni Grafis

Halo sahabat dosenku.co.id.! Semoga semua senantiasa selalu diberikan kesehatan ya.! Kali ini dosenku akan akan menerangkan secara rinci pembahasan mengenai seni grafis.

Secara etimologis, grafik berasal dari kata graphic (bahasa Inggris), yang berarti membuat gambar, tulisan, dan lukisan dengan cara ditorehkan atau ditulis.

Padahal seni adalah karya manusia yang mengandung nilai estetika. Seni grafis itu sendiri sering disebut sebagai seni rupa.

Namun, saat ini seni grafis juga sering diidentikkan dengan desain grafis, terutama karena meningkatnya kebutuhan akan desain grafis dan teknologi pendukung.

Dengan demikian, seni grafis mulai bergeser dari seni murni ke seni terapan.

Seni Grafis
Seni Grafis

Fungsi Dari Seni Grafis

Dibandingkan dengan seni lain, seni grafis memang dapat memiliki fungsi lebih banyak estetika dan nilai ekonomi.

Seni graffis juga memiliki fungsinya sendiri, seperti di bawah ini :

Sebagai Media Komunikasi

Seni grafis umumnya dilakukan sebagai alat komunikasi yang memiliki alat bantu visual yang mencuri perhatian.

Biasanya, ketika mengasumsikan peran media komunikasi, seni grafis juga dilengkapi dengan kalimat yang menarik dan bukan hanya gambar.

Media yang menggunakan seni grafis sebagai media adalah slogan, spanduk, poster dan sebagainya.

Sebagai Media Promosi

Seni grafis sebenarnya telah menjadi salah satu media promosi beberapa perusahaan ketika memperkenalkan produknya.

Seni grafis dipilih karena lebih informatif dan sekaligus eye catching ketika dilihat.

Seni grafis biasanya menarik perhatian dan mata, sehingga penggunaannya dalam memperkenalkan produk perusahaan lebih optimal.

Untuk Apresiasi Seni

Ini seperti mengembalikan seni graffis ke fungsi utamanya, yaitu apresiasi seni oleh media.

Biasanya, seni grafis ini menekankan estetika seni yang akan ditampilkan dan umumnya minimal dalam kata – kata.

Diperlukan kreativitas tinggi dan semangat artistik untuk membuat desain grafis untuk apresiasi seni.

Menyalurkan Hobi

Anda dapat memilih kegiatan kreatif, biasanya juga menyalurkan hobinya dalam membuat desain grafis. Karena sekarang ini, pembuatan desain grafis lebih menarik dan lebih mudah untuk dipelajari.

Menambah Penghasilan

Ini adalah fungsi komersial dan tidak dapat dihindari. Mempelajari dunia seni grafis benar – benar bisa menjadi sumber penghasilan.

Karena saat ini, desain memiliki harga jual yang semakin tinggi. Terutama dalam pembuatan seperti media promosi atau untuk keperluan sampul buku.

Karakteristik Seni Grafis

Berikut adalah beberapa karakteristik seni grafis secara umum, termasuk yang berikut :

  • Karya seni grafis diproduksi dengan mencetak, sehingga jika direproduksi, ia dapat menghasilkan karya yang sama, baik dalam bentuk maupun ukuran. Karena itu, karyanya tidak menggunakan goresan dengan tangan.
  • Karya anda dapat direproduksi, sehingga anda dapat menghasilkan lebih dari satu karya.
  • Hasil karya seni grafis ditentukan oleh proses atau teknik pencetakan masing – masing, sehingga hasilnya memiliki karakteristik sesuai dengan teknik yang digunakan pada saat pembuatan.
  • Karakteristik karya ditentukan oleh jenis atau media yang digunakan.

Sejarah Seni Grafis

Seni Grafis
Seni Grafis

Seni tidak hanya muncul di era begitu saja. Ada banyak sejarah kemunculan dan perkembangan seni untuk mencapai titik ini.

Untuk sejarah seni grafis, ia dibagi menjadi dua bagian. Yaitu, sejarah seni grafis di dunia dan sejarah seni grafis di Indonesia.

Baca Juga :  Arti Mimpi Kehujanan

Sejarah Seni Grafis di Dunia

Jika seni umumnya berasal dari peradap Eropa, seni grafis berasal dari daratan Asia. Tepatnya dari daratan Cina sejak ditemukannya kertas.

Diketahui bahwa orang pertama yang menemukan kertas itu adalah orang Tiongkok pada Dinasti Ying, tepatnya tahun 105 Masehi.

Pada awalnya, seni graffis digunakan untuk mereproduksi tulisan – tulisan keagamaan. Teks keagamaan biasanya diukir dari kayu atau kertas.

Tidak hanya di Cina, naskah yang memiliki dengan seni grafis dan ukiran kayu juga ditemukan di Jepang dan Korea.

Secara umum, naskah – naskah ini memiliki karakteristik yang kuat, seperti berisi budaya kuno dan tahan lama.

Kontribusi Tiongkok untuk pengembangan seni grafis di dunia Barat sangat besar, berkat penemuan kertas dan teknik wood block yang mereka kembangkan.

Namun, sebelum menemukan teknik wood block ada beberapa fase lainnya. Dari fase mengukir batu hingga penemuan kertas.

Pada 165 M, penganut Konfusius klasik selalu menulis teks agama mereka dengan cara mengukir di atas batu untuk memastikan bahwa usia dokumen itu tahan lama.

Ukiran diatas juga dianggap sebagai cara yang akurat untuk menyimpan dokumen.

Tetapi, karena buku batu ini sangat berat dan memakan banyak tempat untuk menyimpannya, mereka mulai membuat teknik wood block untuk menyalin teks keagamaannya

Teknik ini konon digunakan pada abad ke – 6 hingga akhir abad ke – 9.

Ini disimpulkan dari penemuan kertas rami, yang diperkirakan berasal dari tahun 650 hingga 670 M selama dinasti Tang.

Wood block printing itu sendiri adalah teknik pencetakan yang diawali dengan mengukir dokumen pada balok kayu.

Balok kayu yang sudah diukir lalu diberi tinta atau pewarna dan ditekan ke kertas sampai gambar pada balok kayu tersalin dengan rapih ke kertas. Inilah awal dari perkembangan seni grafis.

Sejarah Seni Grafis di Indonesia

Seperti cabang seni lainnya, seni graffis mulai berkembang di Indonesia sejak kolonialisme mulai menjajah Indonesia, tetapi yang paling berperan adalah kolonialisme Belanda.

Selama masa kolonial, pemerintah Belanda meminta beberapa seniman dari negara mereka untuk merekam pemandangan alam di Indonesia.

Semua rekaman tentang keindahan landscape Indonesia dibuat dalam bentuk lukisan romantisme.

Beberapa juga digunakan dalam teknik wood engraving dan litografi.

Kegiatan merekam alam eksotis Indonesia inilah yang memperkenalkan orang Indonesia pada seni grafis.

Namun tidak seperti yang kita ketahui, tetapi hanya pembicaraan terbatas dengan orang asing.

Namun, ketika seni graffis dipelajari dan lebih dikenal, keberadaannya di Indonesia hanya dianggap sebagai seni kelas dua.

Seni grafis sering dianggap sebagai seni yang hanya menyertai seni lain, seperti informasi dalam pameran lukisan dan sebagainya.

Sekitar 1970 – 1980 ada beberapa pameran individual seni graffis.

Di mana seni ini tidak lagi ditampilkan dalam patung atau lukisan, tetapi telah mendapatkan tempatnya sendiri dalam sebuah pameran seni.

Pameran Seni Graffis diadakan di Surabaya, Bandung dan Jakarta.

Dua tahun setelah pameran, sebuah kelompok yang berfokus pada seni grafis bernama Decenta muncul.

Pada akhir 1990 – an, ada masa perubahan besar dalam seni graffis di Indonesia.

Aliran postmodern yang semakin populer telah membuat banyak seniman latah dan membuat beberapa karya seni di tempat yang tidak lazim.

Kemudian, dengan perkembangan teknologi, seni graffis didorong dan dikembangkan dengan cepat untuk sesuatu yang dikenal sebagai desain grafis.

Perkembangan Seni Grafis di Indonesia

Seni graffis di Indonesia pada awalnya merupakan media alternatif, selain melukis dan memahat bagi seniman murni.

Baca Juga :  Arti Mimpi Tentang Gaun Pengantin

Seni grafis baru muncul di Indonesia pada 1950 – an. Kemudian, teknik pencetakan grafis juga mulai banyak digunakan dalam seni terapan untuk membuat poster pertarungan.

Tokoh penting dalam seni graffis Indonesia adalah Suromo dan Abdul Salam dari Yogyakarta. Ada juga Baharudin Marasutan dari Jakarta dan Mochtar Apin dari Bandung.

Jenis – Jenis Seni Grafis

Seni Grafis
Seni Grafis

Ada 7 jenis seni graffis yang umum di dunia. Ketujuh jenis ini dibedakan berdasarkan teknik pencetakan yang digunakan dalam proses pembuatan.

Tujuh teknik ini adalah pencetakan stensil, sablon, pencetakan dasar, kaligrafi, pencetakan dalam, pencetakan foto, dan pencetakan tinggi.

Berikut ini adalah ulasan lengkap dari beberapa teknik pencetakan ialah :

Cetak Saring (Silkscreen)

Cetak saring ini juga disebut sablon, umumnya digunakan untuk membuat poster, spanduk atau gambar T-shirt.

Saat menggunakan teknik ini, penyablon umumnya menggunakan cetakan yang terdiri dari bahan yang lentur, elastis dan lembut, seperti kain kasa.

Seniman grafis yang menggunakan teknik ini adalah Andy Warhol, Chuck Close dan Joseft Albert.

Cetak Datar (Lithography)

Secara etimologis, kata lithograpy berasal dari bahasa Yunani, yaitu Lithos dan graphein. Lithos berarti batu dan graphein berarti menulis.

Dengan demikian, dapat diartikan bahwa litografi adalah seni cetak yang ditulis di atas batu.

Untuk menggunakan teknik ini, seniman biasa membuat motif di batu (biasanya batu kapur sedikit lebih mudah), lalu mengolesnya dengan pewarnaan dan kemudian menempatkan media cetak (biasanya kertas) di ukiran yang sudah diberi pewarna.

Seniman yang menggunakan teknik ini adalah Pablo Picasso, Odilon Redon, Joan Miro dan lainnya.

Cetak Tinggi (Woodcut)

Teknik woodcut juga disebut dengan cetak timbul. Teknik ini digunakan untuk membuat gambar timbul pada permukaan media cetak.

Jika anda ingin mengetahui contoh barang yang menggunakan cetakan tinggi, anda dapat melihat stempel. Selalu di bagian bawah stempel, bagian yang memiliki cetak timbul.

Bagian ini adalah tempat tinta akan diletakkan di atas kertas.

Media cetak yang populer biasanya terbuat dari bahan yang keras tetapi mudah dibentuk, seperti kayu, besi, karet, metal, triplek, dan sebagainya.

Teknik pencetakan tinggi yang dianggap memiliki nilai seni lebih besar adalah teknik woodcut yang dikenal pada abad ke – 14 oleh Koptik Mesir.

Biasanya, teknik ini digunakan untuk membuat pola pada kain oleh orang Eropa.

Salah satu seniman terkenal di bidang cetak tinggi adalah Johannes Guttenberg.

Cetak Dalam (Intaglio)

Teknik intaligo ini adalah teknik seni graffis yang metode pembuatannya adalah memahat atau mengukir motif pada pelat logam dengan benda tumpul.

Media utama untuk menjelaskan alasannya di sini adalah pelat logam, yang bisa berupa tembaga, besi, seng, kuningan, aluminium, dan sebagainya.

Teknik ini memiliki beberapa sub-teknik, yaitu :

  • Engraving

Teknik ini menggunakan burin sebagai alat utama untuk menggunakan teknik dan penggunaan logam sebagai media.

Cara untuk melakukan ini adalah mengukir logam dengan menggunakan burin.

Sesudah akhir ukiran, oleskan cat ke seluruh permukaan logam dan kemudian bersihkan cat sampai hanya pada bagian yang diukir.

Setelah itu, ukiran yang masih memiliki tinta dipress ke media cetak, seperti kertas atau kain untuk mendapatkan motif ukirannya.

  • Etsa

Etsa juga disebut Etching adalah teknik pencetakan mendalam yang menggunakan tembaga sebagai media ukir.

Cara teknik ini bekerja sangat mudah, yaitu menutupi seluruh permukaan tembaga dengan menggunakan lilin.

Setelah itu, permukaan lilin diukir menggunakan jarum etsa yang tajam sampai permukaan tembaga muncul.

Setelah permukaan tembaga juga tergores, basahi seluruh permukaan logam dengan cairan asam sehingga permukaan yang tergores akan terkorosi.

Baca Juga :  Letak Nomor Ijazah

Setelah korosi, bersihkan semua lilin dan cetak pada media kertas dengan cara dipress dengan tekanan tinggi.

  • Mezzotint

Teknik ini menggunakan alat khusus yang disebut rocker.

Cara kerjanya adalah dengan mengikis permukaan logam dan meninggalkan kesan cahaya gelap, gambar juga harus kasar di beberapa bagian. Teknik ini umumnya digunakan untuk mencetak foto.

  • Drypoint

Teknik ini hampir sama dengan engraving, yaitu ukiran pada permukaan logam. Hanya saja yang biasa kita ukir adalah alat yang tajam dan bukan burin.

Seniman yang memperkenalkan teknik ini adalah seniman Jerman yang dijuluki Housebook Master pada abad ke – 15 Masehi

Cetak Foto

Teknik ini dapat dianggap sebagai teknik modern dan menggunakan kamera untuk mengambil gambar yang dicetak.

Proses fotografi ini termasuk pencucian film dan mencetak foto. Namun, teknik ini kemudian dicetak dengan alat otomatis dan jarang menggunakan teknik cetak foto untuk mencetak foto.

Kolagrafi

Cara teknik ini bekerja adalah dengan menempatkan pola cetak di bawah kertas, setelah itu kertas dicat atau diarsir menggunakan pensil, dengan penekanan.

Setelah itu, kertas dikeluarkan dari pencetakan dan akan menghasilkan gambar objek yang muncul dan bagian yang tidak digambarkan akan menjadi cekung.

Cetak Stensil

Cara teknik pencetakan stensil bekerja adalah memotong kertas sesuai pola yang diinginkan dan menempelkannya pada media cetak.

Setelah selesai, media cetak akan dicat atau disemprot dengan cat semprot. Setelah tinta kering, kertas akan dikeluarkan untuk meninggalkan motif di media cetak.

Baca Juga : Teks Eksposisi

Alat dan Bahan Pembuatan

Alat dan bahan seni grafiis ini sangat beragam. Biasanya tergantung pada teknik pembuatan yang dipilih.

Beberapa alat dan bahan untuk membuat seni grafis yang umum digunakan adalah :

Alat

Berikut ini beberapa alat yang biasa digunakan ialah :

  • Pisau.
  • Burin.
  • Pisau pahat.
  • Paku dan besi runcing.
  • Rocker.
  • Screen.
  • Meja sablon.
  • Kamera.
  • Komputer.
  • Printer.
  • Rakel.
  • Alat press bertekanan tinggi.

Bahan

Sedangkan bahan yang dapat dipakai ialah :

  • Hardboard.
  • Kertas kasa.
  • Besi.
  • Lempeng logam.
  • Batu kapur.
  • Kertas karton.
  • Cat minyak.
  • Tinta.
  • Kertas foto.
  • Film kamera.
  • Memori kamera.
  • Bahan cuci film (Termasuk soda api, pembersih, dan pemutih).
  • Ulano.
  • Kromatin.
  • Cat sablon.
  • Bahan afdruk.

Contoh Seni Grafis dalam Kehidupan Sehari – hari

  • Stempel.
  • Banner.
  • Poster.
  • Sablon.
Seni tekstil serat adalah?

tekstil adalah bahan yg berasal dari serat yg diolah menjadi benang atau kain sebagai bahan untuk pembuatan busana dan berbagai produk kerajinan lainnya.

Sebutkan contoh dari teknik cetak tinggi?

Koran dan Stempel.

Cetak saring adalah?

Cetak saring adalah salah satu teknik proses cetak yang menggunakan layar (screen) dengan kerapatan tertentu dan umumnya barbahan dasar Nylon atau sutra (silk screen). Layar ini kemudian diberi pola yang berasal dari negatif desain yang dibuat sebelumnya di kertas hvs atau kalkir.

Pameran tunggal adalah?

Pameran tunggal adalah suatu kegiatan yang berupa penyajian karya seni rupa  yang dikomunikasikan sehingga dapat diapresiasi oleh banyak orang yang melihatnya, namun hanya dilakukan secara tunggal/sendiri.

Digital printing adalah?

Digital printing adalah sebuah metode percetakan dari gambar berbasis digital, yang biasanya berupa file, kemudian bisa langsung dicetak di berbagai media dengan cara yang instan dan cepat.

Orang yang menilai karya seni disebut juga?

Apresiator.

Sebutkan Tokoh seni grafis indonesia?

A.D Pirous, Firman Lie, Kaboel Suadi, Suromo, Roumy H. Pesona.

Mungkin itu saja yang dapat kami sampaikan, semoga serangkaian ulasan kali ini dapat memberikan banyak manfaat untuk sahabat dosenku.co.id semua. Terimakasih Atas Kunjungannnya.

Distribusi Normal

dosenku
3 min read

Letak Nomor Ijazah

dosenku
3 min read

Arti Mimpi Masuk Masjid

dosenku
3 min read