Seni Kriya

6 min read

Seni Kriya

Seni kriya adalah jenis seni yang diproduksi menggunakan keterampilan tangan manusia, di mana karya memperhatikan nilai estetika atau keindahannya serta aspek fungsionalnya.

Jika anda menilai secara etimologis, istilah “Kriya” diambil dari bahasa Sansekerta, yaitu “Krya”, yang berarti mengerjakan.

Dalam perkembangannya, kata krya meningkat, termasuk karya, kerja dan kriya. Meski begitu, ketiga kata tersebut memiliki arti yang sama.

Dengan demikian, definisi seni Kriiya secara umum adalah seni kerajinan tangan di mana proses untuk pembuatannya dengan menggunakan tangan manusia dan membutuhkan seperti keterampilan khusus.

Seni ini adalah salah satu dalam bentuk seni terapan nusantara yang telah dikenal sejak zaman dahulu oleh generasi nenek moyang.

Tanpa anda sadari, keberadaan sebenarnya dari seni ini ada banyak dan anda menggunakannya untuk mendukung pekerjaan sehari – hari.

Misalnya, berbagai ornamen dan hiasan, kursi kayu, pakaian dan sebagainya.

Seni Kriya
Seni Kriya

Sejarah Karya Seni Kriya

Seni terapan nusantara atau seni kriya merupakan karya seni yang diciptakan sejak zaman nenek moyang kita.

Menurut beberapa sumber, seni itu sudah ada sejak zaman prasejarah, di mana pembuatan benda masih dibuat dari bahan sederhana.

Misalnya, batu, logam, tanah liat dan bahan alami lainnya mudah ditemukan.

Ini sudah dibuktikan oleh penemuan batu muda (Neolithikum), yang memiliki bentuk yang sama dengan jenis seni kria.

Pada saat itu, benda itu digunakan oleh manusia sebagai wadah untuk keperluan berburu dan bercocok tanam.

Pada zaman kuno, seni kriiya dibuat hanya berfokus pada elemen- elemen fungsional untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Namun seiring dengan perkembangan zaman, manusia prasejarah pada masa itu sudah mengenal seni.

Ini dapat disimpulkan berdasarkan penemuan berbagai ragam atau simbol kepercayaan yang digunakan untuk kebutuhan kehidupan spiritual.

Sejak zaman kuno, seni kriiya terus mengalami perkembangan seperti berikut :

Seni Kriya Tradisional Klasik

Perkembangan ini terjadi selama kerajaan Hindu – Budha, ketika masyarakat telah menghasilkan berbagai jenis seni kriiya.

Penciptaan juga dimotivasi oleh filosofi kehidupan beragama, seperti Hindu, Budha dan Islam.

Contoh jenis seni kriiya di zaman klasik, di antaranya adalah :

  • Ukiran – ukiran kayu.
  • Kerajinan topeng.
  • Wayang kulit.
  • Pandai perak dan emas.
  • Keris dan senjata lainnya.

Seni Kriya Tradisional Rakyat

Karya yang dihasilkan dari seni tradisional kriiya mulai berkembang sesuai dengan karakter, tata krama dan lingkungan saat itu.

Dengan membuat masyarakat memiliki teknik tersendiri, dengan bahan dan alat yang tersedia di sekitar tempat tinggal.

Seni Kriya Indonesia Baru

Perkembangan seni kriya Indonesia hanya terjadi pada zaman kolonial. Pada saat itu, masyarakat Indonesia lebih terbuka terhadap pendidikan yang mengutamakan kehidupan fisik dan nilai – nilai rasional.

Inilah yang membuat kesadaran menghilang menghilang dengan nilai seni kriya tradisional.

Baca Juga :  Arti Mimpi Tentang Naik Pesawat

Seniman merasa sulit untuk meneruskan pengetahuan mereka kepada generasi berikutnya karena proses komersialisasi.

Ini adalah proses di mana seni tradisional dikombinasikan dengan seni kriiya dan bahan – bahan industri.

Kria dapat disebut seni kerajinan, yang merupakan bentuk seni terapan. Seni kria adalah bagian dari seni yang bertujuan untuk memenuhi kepuasan fisik (seni pakai) dan psikologis (seni hias / keindahan cita rasa)

Seni kria dibuat oleh keterampilan atau ketangkasan tangan. Secara umum, seni kria dibuat sebagai produk produksi atau seni.

Seorang pengamat atau pecinta seni dapat menghargai dan menikmati seni kria jika mereka mengerti, memahami dan menghargai seni melalui rasa estetika dan nilai pakai.

Kemampuan dalam kegiatan ini disebut apresiasi seni. Kemampuan untuk memahami dan menilai seni terapan disebut kemampuan untuk mengapresiasi seni terapan.

Apresiasi sangat penting bagi siapa pun yang ingin memahami seni, karena dapat melatih kepekaan rasa, memberikan kesenangan dan memperkaya jiwa dan menyempurnakan karakter.

Seni Kriya Tekstil

Seni kriya tekstil adalah salah satu konsentrasi atau permintaan jurusan seni kerajinan. Seni kriiya sendiri adalah cabang dari seni rupa.

Selain seni kria tekstil, jurusan seni kriya juga termasuk seni kria kayu, seni kriya keramik dan seni kriya logam.

Seperti seni kria lainnya, seni kriiya tekstil juga menyatukan nilai – nilai fungsional dan keindahan yang sarat makna filosofis.

Menilai Karya Seni Rupa Terapan (Seni Kria)

Dalam menilai suatu karya seni, kita perlu memahami proses apresiasi seni secara keseluruhan.

Prosesnya adalah pengamatan, penghayatan atas karya dan pengalaman menciptakan seni, sehingga anda dapat menumbuhkan kekaguman, empati dan simpati, yang akhirnya memiliki kemampuan untuk menikmati, menilai dan menghargai karya seni.

1. Setiap karya seni memiliki nilai seni yang berbeda satu sama lain.

Nilai sebuah karya sangat ditentukan oleh kemampuan seniman seninya sendiri, yang meliputi :

  • konsepsi atau gagasan.
  • kreativitas dalam menciptakan karya.
  • teknik pembuatan yang menghasilkan corak sendiri, tetapi tetap memperhitungkan sifat – sifat media / bahan.
  • keunikan dalam susunan komposisi dan bentuk, agar menghasilkan karya yang terkesan unik (berbeda dengan yang lain). Kualitas suatu karya, selain tergantung pada seniman, juga ditentukan oleh kualitas dan sifat media / bahan yang digunakan. Misalnya, topeng yang terbuat dari bahan kayu pule akan memiliki kualitas yang jauh lebih baik daripada kayu meranti.

2. Kriteria untuk menilai seni rupa terapan (seni Kria) Aspek yang harus dipertimbangkan dalam menciptakan seni rupa dan apresiasinya adalah sebagai berikut :

  • Prinsip Seni atau Asas Seni

Prinsip – prinsip seni atau asas seni meliputi : Komposisi (susunan) apapun jenis karya seni yang dilakukan, tidak akan terlepas dari komposisi. Komposisi itu sendiri adalah suatu susunan.

Hasil karya akan bagus dan indah jika penataan atau penyusunan unsur – unsur seni rupa dalam satu kesatuan.

Unsur – Unsur Seni Rupa

Unsur – unsur seni rupa termasuk :

  • Garis adalah unsur yang dapat memberikan batas atau kesan suatu bentuk, seperti kesan garis tipis dan juga garis tebal.
  • Arah adalah susunan garis atau bentuk dalam kaitannya dengan kerah tertentu, sehingga dapat memberikan kesan stabil atau dinamis, seperti arah belokan dengan kesan dinamis dan arah horizontal dengan kesan stabil.
  • Bidng, ruang (bentuk) juga kesan batas suatu bentuk, seperti lingkaran, segitiga, benjolan, dll.
  • Ukuran adalah kesan perbandingan bentuk, seperti panjang – pendek, besar – kecil, lebar – sempit, dll.
  • Gelap terang adalah efek cahaya yang muncul dalam bentuk yang bisa diperoleh dengan warna gelap dan terang.
  • Tekstur adalah nilai sentuhan suatu permukaan (permukaan halus suatu benda). Ada dua tekstur, yaitu tekstur nyata dan tekstur semu.
  • Titik adalah unsur yang dapat digunakan untuk memberi kesan bentuk, seperti membuat gambar ilustrasi atau lukisan pointillisme.
  • Warna adalah unsur yang dapat memberikan kesan keseluruhan dari suatu bentuk.
Baca Juga :  Arti Mimpi Bertemu Orang Yang Sudah Meninggal

Warna juga dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis, ialah :   

  • warna primer (pokok) seperti merah, kuning dan biru.
  • warna sekunder (campuran dua warna primer) seperti oranye (merah dan kuning) ungu (merah dan biru) hijau (kuning dan biru).
  • Warna tersier (campuran warna primer dan sekunder) seperti hijau muda, hijau tua, ungu muda, ungu tua, orange muda, orange tua.

Warna komplimenter adalah warna yang berlawanan atau saling berhadapan dalam susunan warna.

Penggunaan warna dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu :

  • Warna harmonis, warna yang diterapkan secara alami sebagai warna yang muncul di alam, seperti daun hijau, langit berwarna biru, bunga berwarna merah, dll.
  • Warna heraldis, warna yang digunakan dalam pembuatan atau penciptaan simbol, misalnya merah berarti berani, putih berarti suci, biru berarti damai, hijau berarti dingin, kuning berarti jaya, ungu berarti berkabung, dll.
  • Warna Murni, penggunaan warna secara bebas tidak terkait dengan alam atau makna tertentu, misalnya, dalam karya seni modern

Fungsi Seni Kriya

Seni Kriya
Seni Kriya

Sebagai Hiasan/ Dekorasi

Karya seni kria yang dihasilkan dari kerajinan tangan banyak digunakan sebagai pajangan, dekorasi atau hiasan sebuah ruangan.

ini membuktikan bahwa kerajinan seni memprioritaskan nilai – nilai estetika. Seni kriiya ini memiliki tujuan untuk mempercantik ruangan.

Misalnya seni kriya yang digunakan sebagai hiasan :

  • Dekorasi dinding.
  • Digunakan sebagai oleh-oleh.
  • Keramik.
  • Patung.
  • Dekorasi Ukir.

Seni Kriya Digunakan Sebagai Benda Mainan

Seni kriya tidak hanya digunakan sebagai hiasan atau dekorasi, tetapi juga dapat digunakan sebagai benda mainan.

Secara umum, kerajinan yang memiliki bentuk sederhana dan bahan dasar yang cukup mudah diperoleh dan dimiliki serta terjangkau membuat kerajinan jenis ini dijadikan alat untuk permainan, karena kerajinan dengan jenis ini tidak memiliki nilai estetika pada mainan.

Contoh – contoh seni kerajinan yang sering digunakan bebagai alat permainan merupakan :

  • Congklak.
  • Kipas.
  • Boneka.

Seperti Benda Terapan

Fungsi selanjutnya dari seni kriiya harus digunakan sebagai benda terapan atau lebih dikenal sebagai objek terapan.

Objek ini memprioritaskan fungsinya dan bukan nilai estetika. Secara umum, seni kria sebagai objek terapan lebih sering digunakan dengan nyaman tanpa harus mengubah atau menghilangkan unsur estetika.

Contoh karya seni terapan adalah :

  • Lemari hias.
  • Keramik.
  • Tempat tidur kayu.
  • Kursi kayu.

Jenis – Jenis Seni Kriya

Seni Kriya Dari Kayu

Seni kriya dari kayu ini adalah kerajinan tangan yang berdasar kayu. Proses pembuatan seni dari kerajinan kayu menggabungkan unsur estetika dan fungsional.

Contoh kerajinan kayu adalah tempat tidur kayu dengan ornamen berukir, topeng kayu, meja rias kayu yang dihiasi dengan ukiran dan patung kayu.

Seni Kriya Dari Tekstil

Seni kriya dari tekstil ini adalah kerajinan yang terbuat dari kain. Cara membuat karya seni dari tekstil adalah dengan menggabungkan unsur keindahan dan unsur fungsional. Contoh seni tekstil adalah tenun dan batik.

Baca Juga :  Arti Mimpi Tentang Kerbau

Seni Kriya Dari Logam

Seni kriya dari logam adalah kerajinan tangan yang berbahan dasar logam. Cara untuk melakukan ini adalah dengan menggabungkan logam seimbang dengan menggunakan teknik tertentu untuk membentuk logam.

Teknik dalam pembuatan logam ini memakai dua cara, yaitu, teknik bivalve dan teknik pencetakan lilin.

Seni Kriya Dari Keramik

Seni kriya dari keramik ini adalah kerajinan yang terbuat dari tanah liat sebagai bahan dasar dan menggunakan teknik tertentu untuk menghasilkan karya seni sesuai dengan keinginan.

Untuk membuat karya seni dari keramik, ia dapat menggunakan beberapa metode, termasuk teknik putar, teknik slab, teknik cetak ulang dan teknik pilin.

Karya Seni Kriya Dari Kulit

Seni kriya dari kulit adalah kerajinan tangan. cara membuat kerajinan ini menggunakan bahan dasar kulit.

Dalam membuat kerajinan ini, kulit yang dapat digunakan adalah kulit dari buaya, sapi, kerbau dan ular.

Kulit yang digunakan dalam pembuatan kerajinan ini harus melalui proses yang sangat panjang dengan bahan dasar yang akan menghasilkan kulit yang siap untuk diubah menjadi kerajinan seni.

Contoh kerajinan kulit adalah dompet kulit, jaket kulit, boneka kulit, tas kulit dan gesper kulit.

Macam – Macam Seni Kriya Berdasarkan Teknik Pembuatannya

Kriya Pahat / Ukir

Cara membuat kerajinan ini dengan memahat atau diukir, kerajinan ini adalah bentuk kerajinan tangan.

Bahan dasar dalam pembuatan seni kriiya pahat ini memakai kayu, batu dan logam, untuk menghasilkan bentuk yang diinginkan.

Contoh karya seni kria dengan cara dipahat atau di ukir adalah ukiran furniture dan topeng kayu.

Kriya Tenun

Karya seni tenun termasuk dalam kerajinan tangan. Cara membuat kerajinan tenun ini adalah dengan mengolah benang yang memiliki berbagai warna yang diubah menjadi kain dengan pola tertentu. Contoh tenun buatan tangan adalah songket dan tenun ikat.

Kriya Batik

Kerajinan berikutnya adalah kerajinan batik. Kerajinan batik ini adalah cara melakukannya dengan menggambar pola kain menggunakan pewarna tertentu.

Ini bertujuan untuk menghasilkan pola yang diinginkan. Kerajinan batik ini menggunakan 3 teknik, yaitu, teknik menulis, teknik cap dan teknik melukis.

Kriya Bordir

Kerajinan berikutnya adalah kria bordir yang merupakan salah satu kerajinan yang dibuat dengan dekorasi yang bahan dasarnya adalah benang dan kemudian dijahit di atas kain. Ini dilakukan untuk meningkatkan keindahan kain.

Kriya Anyaman

Karya seni selanjutnya adalah kriya dari anyaman jenis seni ini termasuk dalam kerajinan tangan.

Proses pembuatan dengan mengolah bahan dasar untuk membuat pola tertentu.

Contoh seni kria dari anyaman adalah anyaman bambu, anyaman anyaman, anyaman pandan dan anyaman tali.

Seni desain adalah?

Seni yang berkaitan dengan proses kreatif dalam merencanakan  atau merancang bentuk.

Seni kriya dibagi menjadi 2 yaitu?

Seni kriya 2 dimensi dan seni kriya 3 dimensi.

Pekerjaan tangan adalah?

Barang – barang yang dibuat dengan menggunakan tangan seperti kerajinan tangan dan keterampilan tangan.

Seni kriya adalah?

Seni kriya adalah sebuah karya seni yang dibuat dengan menggunakan ketrampilan tangan (hand skill) tetapi tetap memperhatikan aspek fungsional dan juga nilai seni itu sendiri, sehingga seni kriya dapat dikategorikan sebagai sebuah karya seni rupa terapan nusantara.

Mungkin itu saja yang dapat kami sampaikan, semoga serangkaian ulasan kali ini dapat memberikan banyak manfaat untuk sahabat dosenku.co.id semua. Terimakasih Atas Kunjungannnya.